MEMINTA NASIHAT

Baca: 1 Raja-raja 12:1-17


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 14-16

Rehabeam menjadi raja Israel setelah kematian ayahnya, Salomo. Di awal pemerintahannya, ia langsung berhadapan dengan protes rakyat yang mengeluhkan beratnya pajak yang mereka tanggung. Mereka memohon agar Rehabeam meninjau ulang kebijakan almarhum ayahnya serta memberi mereka keringanan. Rehabeam meminta waktu dua hari untuk memberi mereka jawaban.

Ia meminta nasihat kepada para tua-tua. Mereka menganjurkan agar Rehabeam berlaku sebagai pelayan rakyat, serta memperlakukan rakyat dengan baik, sehingga mereka akan setia padanya. Lalu Rehabeam juga meminta nasihat dari orang-orang muda sebayanya. Mereka menganjurkan agar sang raja mempertontonkan kuasanya, bahkan dengan pongah harus menunjukkan bahwa ia lebih berkuasa dari ayahnya. Rehabeam mengabaikan nasihat para tua-tua, dan melakukan nasihat orang-orang muda itu. Akibatnya, sepuluh suku Israel membelot dan mengangkat raja lain atas mereka. Demikianlah sejarah terpecahnya kerajaan Israel.

Benar salahnya suatu nasihat memang bukan karena si pemberi nasihat itu berusia tua atau muda. Orang-orang tua dapat memberi pertimbangan berdasarkan pengalaman dan hikmat yang teruji. Orang-orang muda memberi harapan dan semangat mencapai impian. Semakin banyak orang memberi nasihat, makin banyak pilihan untuk dipertimbangkan. Dengan begitu, kita diharapkan dapat memutuskan yang terbaik. Namun yang terutama, kita minta pimpinan Allah, Sang Penasihat Ajaib (Yes. 9:5). Dia akan menuntun kita membuat keputusan yang benar. --HT/www.renunganharian.net


SEMUA ORANG DAPAT MEMBERI KITA BERBAGAI NASIHAT. KITA MEMERLUKAN PIMPINAN TUHAN AGAR DAPAT MEMILIH DENGAN PENUH HIKMAT.


Navigation

Change Language

Social Media