MEWASPADAI SAHABAT

Baca: 2 Samuel 13:1-19


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 21-23

Teman atau sahabat memiliki pengaruh besar bagi kehidupan banyak orang. Kita menghabiskan banyak waktu dengan mereka dalam berbagai situasi. Kepada merekalah kita mengadu, meminta pertolongan, juga minta saran atau pendapat. Karenanya, kita perlu memperhatikan dengan siapa kita berteman, karena mereka dapat membawa pengaruh baik atau buruk bagi kita.

Amnon, anak raja Daud, bersahabat dengan sepupunya, Yonadab. Amnon jatuh cinta terhadap Tamar, adiknya dari ibu yang berbeda, sampai-sampai ia jatuh sakit memikirkannya karena ia merasa mustahil untuk mendapatkan Tamar (ay. 2). Lalu ia berbicara dengan Yonadab tentang masalahnya. Kemudian, Yonadab merancang sebuah skenario licik untuk Amnon lakukan: berpura-pura sakit, lalu ketika Raja Daud menjenguknya, ia akan minta agar Tamar dikirim menjadi perawat istimewa baginya, maka ia akan memiliki kesempatan untuk memaksa Tamar memenuhi keinginannya.

Penulis 2 Samuel ini memberitahu kita bahwa "Yonadab itu seorang yang sangat cerdik" (ay. 3). Saran Yonadab membuat Amnon memperoleh apa yang diinginkannya, sekaligus menjerumuskannya ke jurang dosa. Tindakannya menghancurkan hidup Tamar, yang akhirnya juga membuat Absalom, kakak seibu Tamar dendam, lalu membunuh Amnon (2Sam. 13:28).

Sahabat sejati itu "menaruh kasih setiap waktu..." (Ams. 17:17). Bukan merusak dan menghancurkan, tetapi membangun. Tetaplah waspada terhadap saran seorang sahabat. Dan kiranya kita belajar menjadi sahabat sejati bagi teman-teman kita. --HT/www.renunganharian.net


SEORANG KAWAN MEMUKUL DENGAN MAKSUD BAIK, TETAPI SEORANG LAWAN MENCIUM SECARA BERLIMPAH-LIMPAH.-AMSAL 27:6


Navigation

Change Language

Social Media