Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: MATIUS 14:22-33
Bacaan tahunan: 1 Korintus 5-8
Murid-murid naik ke perahu, mereka berlayar menuju seberang mendahului Yesus. Sesudah beberapa mil jauhnya dari pantai, datang gelombang karena angin sakal. Terbayang mereka semua ketakutan karena nyawa mereka terancam. Kira-kira jam tiga malam, tampak sesosok berjalan di atas air mendekati mereka. Sosok itu berkata, "Tenanglah! Ini Aku, jangan takut!" (ay. 27). Suaranya terdengar seperti Yesus, Sang Guru. Maka berkatalah Petrus kepada-Nya, "Tuhan, apabila itu Engkau, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air" (ay. 28).
Seorang manusia tidak dapat berjalan di atas air. Permintaan Petrus ialah perkara mustahil yang lahir dari iman kepada Tuhan. Mari kembali kita cermati peristiwa tersebut. Seandainya tidak datang gelombang, murid-murid tidak akan ketakutan. Mungkin juga Yesus tidak buru-buru menemui mereka dengan berjalan di atas air sehingga tidak akan Petrus mengajukan permintaan seunik itu. Di sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa gelombang memunculkan iman. Demikian terjadi dalam kehidupan kita. Gelombang dirupakan dalam wujud pergumulan. Dari situasi yang tidak nyaman disebabkan datangnya kesukaran, iman bergerak keluar. Di saat itu kita sungguh-sungguh mengharap kuasa Tuhan bekerja sebagai jawaban. Kita dibawa untuk segenap hati percaya bahwa Dia sanggup melakukan mukjizat.
Maka sekarang, dapat kita memiliki pandangan berbeda terhadap pergumulan yang Tuhan izinkan menimpa. Terhapus sudah keluhan mengapa Tuhan membiarkan kesukaran datang. Semuanya itu ibarat gelombang yang memunculkan iman. Justru kita akan menarik keuntungan dari sana. Iman kita tidak mati, tetapi bergerak keluar menyambut perkara-perkara besar yang sebentar akan Tuhan lakukan. Terbuka kesempatan bagi kita untuk menyaksikan mukjizat.
-LIN/www.renunganharian.net
ACAPKALI DIDAPATI JEJAK IMAN IALAH PERGUMULAN
Please sign-in/login using: