MEMUPUK CINTA

Baca: ULANGAN 6


Bacaan tahunan: Roma 4-7

Seorang dosen mengajar mata kuliah agama Kristen. Ketika mahasiswanya ditanya tentang seorang tokoh Alkitab, tak seorang pun berusaha menjawab. Sang dosen pun menelisik dengan mengajukan pertanyaan lain, "Siapa yang rutin membaca Alkitab setiap hari?" Tidak ada seorang pun mengangkat tangan. "Siapa yang pernah membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu?" Semua mahasiswa menundukkan kepala, tak ada yang berani mengangkat muka.

Betapa memprihatinkan mengetahui banyak anak muda Kristen tidak mengenal Alkitab sebagai "Buku Pintar"-nya. Jangankan membicarakan isinya, nama kitabnya pun ada yang mereka akui belum pernah mendengar. Kitab Obaja, Nahum dan Habakuk misalnya. Maka tepatlah nasihat Musa bagi para orang tua untuk senantiasa mendidik anak-anak tentang kebenaran Tuhan.

Tugas mendidik anak mengenal Tuhan tidak dapat diserahkan kepada gereja atau sekolah yang notabene yayasan Kristen. Bagaimanapun orang tua harus mengambil peran mereka. Mendisiplin anak-anak supaya sejak dini mereka dididik dalam prinsip hidup yang berpusat kepada Allah. Dengan demikian anak-anak belajar menanamkan dalam hati mereka rasa cinta dan takut akan Tuhan yang dipenuhi komitmen dan kesetiaan total. Menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup mereka. Karena itu penting mengajak mereka membaca dan merenungkan Alkitab secara rutin. Supaya mereka mengetahui pedoman untuk berjalan pada jalan-Nya, mengasihi dan menghargai Tuhan, juga melayani Dia dengan segenap hati dan jiwa melalui seluruh ide dan karyanya. --EBL/www.renunganharian.net


ANAK-ANAK ADALAH LADANG HARAPAN YANG HARUS DIGARAP DENGAN KESUNGGUHAN.


Navigation

Change Language

Social Media