DOA SI BUNGSU

Baca: LUKAS 15:11-32


Bacaan tahunan: Roma 8-10

Harta warisan yang diterima anak bungsu itu tak membuatnya merasa puas. Ia menjualnya, pergi meninggalkan rumahnya ke negeri yang jauh, dan memboroskan harta miliknya dengan hidup berfoya-foya. Hartanya pun habis tidak bersisa, bencana kelaparan terjadi, dan anak itu jadi melarat. Terpaksalah ia bekerja menjadi penjaga babi dan berharap mendapatkan makanan, tapi itu pun tak didapatkannya. Lengkaplah penderitaannya.

Dalam kemelaratannya, ia ingat bapanya, ingat rumahnya yang pernah memberinya kebahagiaan. Ya, ia ingin kembali ke sana meski tak lagi diakui sebagai anak. "Asal bisa makan, " harapnya. Tapi apa yang dipikirkannya salah. Cinta bapanya tak sedikit pun berkurang. Ia bahkan memeluknya, menciumnya, meluapkan kerinduan yang selama itu terpendam. Dan lagi, ia diterima bukan sebagai orang upahan, tetapi tetap sebagai seorang anak!

Dalam rasa harunya, si bungsu mungkin berucap doa ini kepada bapanya: "Terima kasih, walaupun aku meninggalkan rumah, aku tidak pernah meninggalkan hati bapa. Walaupun aku melupakanmu, engkau tidak melupakanku. Terima kasih untuk krisis keuangan, kelaparan, kandang babi, dan apa saja yang mengembalikanku pada akal sehatku. Terima kasih, walaupun yang membawaku pulang adalah rasa lapar, bukannya kesadaran, namun tetap saja dalam keadaan demikian pun bapa menerimaku kembali. Terima kasih untuk pengampunan dan pemulihan yang bapa berikan kepadaku, orang yang sangat membutuhkannya, namun sesungguhnya sangat tidak pantas menerimanya." --SYS/www.renunganharian.net


KITA TELAH MENINGGALKAN-NYA DAN KITA MENYAKITI HATI-NYA, NAMUN SEMUA ITU TAK MENGURANGI SEDIKIT PUN CINTA-NYA KEPADA KITA.


Navigation

Change Language

Social Media