MENDOAKAN PEMARAH

Baca: LUKAS 6:27-36


Bacaan tahunan: Amsal 11-14

Ada beberapa orang cepat berburuk sangka, dan cepat marah. Saya pernah berurusan dengan orang pemarah dan saya tidak suka mendengar ucapannya yang kasar dan tajam. Meski hati ini jengkel, saya belajar sabar dan tetap berkata dengan sopan. Kalau seseorang terus saja marah atau kasar, sering itu adalah tanda dia sedang diliputi kepahitan. Sebab, orang yang diliputi kepahitan cenderung melukai sesama.

Hidup kita terlalu singkat untuk membiarkan pemarah mengotori hati dan hubungan kita. Alih-alih tersinggung dan terus menyimpan kata-kata seorang pemarah, mari kita mendoakannya dan meminta Tuhan menolongnya. Yesus tahu tidak mudah mengasihi musuh, khususnya seorang pemarah yang menyakiti hati kita, tetapi Dia memerintahkan kita melakukannya. Alasannya, karena Tuhan baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat (ay. 35). Doa orang yang benar, sangat besar kuasanya dan ada hasilnya (Yak. 5:16). Kita mungkin tidak bisa mengubahkan hati seorang pemarah, tapi Tuhan bisa dan Tuhan bisa bekerja dengan berbagai cara-Nya yang ajaib.

Kita tidak bisa mencegah seseorang memarahi kita, padahal kita tidak berbuat jahat kepadanya, tapi kita bisa mengendalikan respons hati. Kitab Ams. 19:11 berkata: "Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran." Berdoalah bagi para pemarah yang Tuhan izinkan berurusan dengan kita. --RTG/www.renunganharian.net


KALAU SESEORANG TERUS SAJA MARAH ATAU KASAR, SERING ITU ADALAH TANDA DIA SEDANG DILIPUTI KEPAHITAN.


Navigation

Change Language

Social Media