MENGINTIP MASA DEPAN

Baca: IBRANI 10:19-39


Bacaan tahunan: Keluaran 5-7

Membaca buku adalah perjalanan melancong dengan imajinasi sebagai kendaraannya. Hal itu tersirat dalam puisi There is No Frigate Like a Book yang ditulis oleh Emily Dickinson. Melalui pembacaan secara mendalam terhadap larik demi larik dari puisi tersebut, setiap orang diajak untuk menikmati kesempatan yang menakjubkan: mengintip masa depan.

Kesempatan berharga ini terasa benar kedahsyatannya bagi orang percaya yang menjadikan Alkitab sebagai buku rujukan utama dalam hidupnya. Ia berpeluang untuk melongok peristiwa demi peristiwa, yang menyangkut keberadaan dirinya, di masa yang akan datang. Satu di antaranya adalah yang berkenaan dengan peristiwa pada hari pembalasan Tuhan (ay. 30) yang mendatangkan upah atas diri orang percaya (ay. 35).

Peristiwa yang berada jauh di depan tersebut hadir dalam benak setiap orang saat ia membaca rencana besar Tuhan dalam Alkitab. Pembacaan yang mendalam terhadap kata demi kata yang terdapat di dalam buku berharga tersebut akan membawa dirinya memahami betapa pentingnya ketekunan (ay. 36) selama menanggung penderitaan (ay. 32-33) sebagai orang percaya.

Mengintip ke masa depan merupakan keistimewaan yang diberikan kepada setiap orang yang terbiasa membaca dan merenungkan firman Tuhan dalam hidupnya. Keistimewaan ini akan menuntun dirinya menikmati hidup yang diterangi oleh hikmat Ilahi. Hikmat yang memampukan orang percaya untuk memahami rancangan agung Tuhan bagi hidupnya. --EML/www.renunganharian.net


MENGINTIP KE MASA DEPAN ADALAH KEISTIMEWAAN BAGI SETIAP ORANG YANG MEMBACA DAN MERENUNGKAN FIRMANTUHAN DI SEPANJANG HIDUPNYA.


Navigation

Change Language

Social Media