PEDULI SAMPAH

Baca: ROMA 3:21-31


Bacaan tahunan: Bilangan 23-25

Berapa banyak sampah kita hasilkan setiap hari? Mengonsumsi berbagai produk membuat kita selalu memproduksi sampah. Padahal, sampah adalah musuh lingkungan. Karena itu, kita harus bisa menjadi konsumen yang bijak: mengurangi pembelian barang yang tak benar-benar diperlukan, menggunakan ulang barang yang masih bisa dipakai, dan mendaur ulang sampah supaya berdaya guna kembali.

Manusia berdosa ibarat sampah, kondisinya fatal. Keadaannya yang bobrok dan dikuasai kerusakan membuatnya tidak lagi berguna. Tidak ada usaha yang dapat dilakukan manusia untuk memulihkan kondisinya. Bahkan melakukan hukum Taurat dengan sempurna pun tidak. Beruntung karena Tuhan adalah Allah yang peduli. Dengan kuasa-Nya diangkat-Nya kita untuk dipulihkan dalam pembenaran melalui iman dalam Yesus Kristus. Menerima Dia, percaya kepada-Nya dan melekat kepada-Nya memungkinkan kita beroleh bagian dalam kebenaran yang ditetapkan Allah.

Mengingat penebusan dalam Yesus Kristus, tidak ada alasan bagi kita untuk memegahkan diri di hadapan Allah. Keselamatan oleh karena iman harus menyadarkan kita akan kegagalan hidup keagamaan kita serta kesia-siaan upaya kita memenuhi hukum Allah. Bukan berarti bahwa kita tidak perlu melakukan hukum Allah. Bahkan orang yang telah dibenarkan Tuhan harus menghidupi hukum kasih yang nilainya jauh melebihi hukum Taurat. Satu hal lagi, iman merupakan kasih karunia yang memiliki ketergantungan, yang mengosongkan diri, menyangkal diri dan menyerahkan semua mahkota di hadapan takhta Allah.
-EBL/www.renunganharian.net


TANPA ALLAH MANUSIA YANG TELAH JATUH KE DALAM DOSA HANYALAH SAMPAH YANG BOBROK DAN TAK BERGUNA


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media