PELANGI SEHABIS HUJAN

Baca: KEJADIAN 9:1-17


Bacaan tahunan: Kejadian 16-18

Kemunculan pelangi sehabis hujan mengingatkan kita kepada janji Tuhan yang pernah diucapkan-Nya kepada Nuh. Busur Allah (pelangi) yang menjadi tanda perjanjian bahwa Ia tidak akan memusnahkan bumi dengan air bah lagi. Tetapi penampakan pelangi di langit Grand Forks, North Dakota di bulan April 1997, justru menyajikan peristiwa sebaliknya. Sebelumya terjadi delapan kali badai, badai es, hujan musim semi dan salju yang mencair telah menenggelamkan hampir seluruh wilayah itu. Penduduk pun menderita!

Bencana hebat itu mendorong gereja-gereja setempat segera bertindak. Mereka bergandeng tangan menyalurkan berbagai bantuan. Seorang penduduk merasa tersentuh menerima bantuan tersebut. Semula ia sangat memusuhi gereja yang terletak di seberang rumahnya dan bahkan pernah mencoba merintangi pembangunan gereja tersebut. Namun ketika ia melihat bagaimana gereja memperhatikan orang-orang yang membutuhkan bantuan, dengan penuh rasa haru ia berkata, "Sekarang saya baru melihat gereja yang sesungguhnya."

Penampakan pelangi tak hanya mengingatkan kita bahwa Tuhan telah menyelamatkan kita. Kehadiran pelangi juga dapat dimaknai bahwa sesungguhnya di sekitar kita masih begitu banyak orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan berjalan dalam kebinasaan, dan ini adalah bencana terbesar. Bencana hebat ini tentunya mendorong gereja untuk tidak "menyembunyikan diri" di balik kemegahan bangunan gereja. Kiranya melalui kebaikan dan kemurahan hati kita, dapat menjadi jalan bagi orang-orang untuk melihat dan menikmati janji keselamatan dari Tuhan. --SYS/www.renunganharian.net


PELANGI PUN DITUNJUKKAN UNTUK MENDORONG GEREJA-NYA AGAR MEMBANJIRI DUNIA INI DENGAN KEBAIKAN.


Navigation

Change Language

Social Media