PERSEMBAHAN TERBAIK

Baca: 1 SAMUEL 15


Bacaan tahunan: Roma 14-16

Seorang prajurit dapat dikatakan prajurit yang baik ketika ia melaksanakan seluruh perintah komandannya. Kepuasan seorang pimpinan didapat bukan dari bingkisan atau hadiah yang diberikan bawahannya, namun dari tugas yang diselesaikan. Pemberian yang digunakan untuk menutupi kesalahan dan kelalaian juga tidak akan menyenangkan para pimpinan.

Saul mendapat perintah dari Tuhan untuk menumpas seluruh bangsa Amalek. Tuhan memerintahkan agar Saul mengalahkan orang Amalek dan menumpas segala yang ada pada mereka, bukan hanya orang-orangnya namun juga lembu maupun domba, unta maupun keledai. Setelah berhasil memukul kalah orang Amalek, bukannya melaksanakan perintah Tuhan, Saul malah menangkap Agag, raja orang Amalek hidup-hidup serta mengambil kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga tidak mereka tumpas. Saul melakukan hal ini dengan alasan untuk mempersembahkan kambing domba dan lembu tersebut sebagai korban persembahan kepada Tuhan. Perbuatan Saul ini nyatanya malah membuat Tuhan kecewa telah menjadikan Saul sebagai raja. Lewat Samuel, Tuhan menyatakan penolakannya atas Saul.

Memberi persembahan memang sangat baik. Namun Tuhan lebih berkenan ketika kita mendengar, memperhatikan dan menaati firman-Nya. Roma 12:1 mengingatkan bahwa ibadah sejati adalah ketika kita mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Hal ini dapat dilakukan dengan mendengar, memperhatikan dan menaati firman Tuhan sebagai persembahan yang lebih berkenan kepada-Nya. --YDAM/www.renunganharian.net


MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN IALAH PERSEMBAHAN TERBAIK KEPADA TUHAN.


Navigation

Change Language

Social Media