RINDU UNTUK MEMBANTU

Baca: Galatia 6:1-10


Bacaan tahunan: Markus 8-9

Oseola McCarty dropout dari sekolah pada usia dini. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja sebagai tukang cuci dan setrika di Hattiesburg, Mississippi. Wanita Afrika-Amerika ini menggunakan hasil kerjanya untuk membantu anak-anak muda supaya mereka bisa melanjutkan kuliah. Suatu hari, saat menyetrika baju-baju pelanggannya, Oseola tersenyum mengingat percakapannya dengan seorang bankir langganannya. Bankir itu bertanya: "Bagaimana bisa Ms. McCarty, Anda mempunyai lebih banyak uang di bank ini daripada saya! Apa Anda tidak pernah membelanjakannya?" Oseola tertawa. Ia mengatakan ia tidak membutuhkan apa-apa karena Tuhan menyediakan semua yang ia inginkan. Di dalam hati Oseola hanya ada kerinduan untuk membantu (Craig Groeschel: Divine Direction (Tuntunan Ilahi), hlm. 21-22, 27).

Kerinduan hati Oseola bertolak belakang dengan tindakan banyak orang. Alih-alih membantu, banyak orang justru merasa iri melihat sesamanya berhasil. Sikap tidak terpuji ini juga dimiliki oleh saudara-saudara Yusuf! Saat Yusuf mendapatkan mimpi ia kelak menjadi penguasa, bukan membantu mewujudkan, mereka malah berupaya membunuh mimpi tersebut. Saat itu mereka belum menyadari bahwa keberhasilan Yusuf juga adalah keuntungan bagi mereka. Di kemudian hari sebab Yusuf menjadi penguasa, mereka semua dapat bertahan hidup dari bencana kelaparan (Kej. 45:5-7).

Seseorang yang suka membantu terbukti lebih mampu menikmati berkat-berkat Tuhan. Tentu kebahagiaan tidak terpaut jauh dari orang-orang demikian! Pula saling membantu membuat kita lebih mudah mencapai tujuan. Mari mulai hari ini kita menanamkan dalam hati kita kerinduan untuk membantu sesama! --LIN/www.renunganharian.net


HIDUP SESEORANG AKAN MENJADI LEBIH BERBAHAGIA JIKA DI DALAM HATINYA ADA KERINDUAN UNTUK MEMBANTU SESAMA.


Navigation

Change Language

Social Media