SIAP MENGAJAR, SIAP MELAKUKAN

Baca: Ezra 7:1-10


Bacaan tahunan: Yehezkiel 25-28

Tugas menjadi pengajar itu tidaklah mudah. Seorang pengajar dituntut untuk tidak hanya membuat setiap muridnya memahami apa yang telah diajarkannya. Sosok pengajar itu akan semakin "sempurna" ketika ia juga mampu melakukan semua yang telah diajarkannya. Pengajaran dan keteladanan adalah warisan terbaik yang diberikan para pengajar kepada murid-muridnya.

Kehidupan Ezra adalah teladan yang baik untuk kita ikuti. Mari perhatikan dengan seksama apa yang telah dilakukan Ezra seperti tercatat pada nas hari ini: "Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel." Hal ini menjelaskan kepada kita tentang tekad Ezra untuk meneliti, dan ketika mengetahui kebenaran firman Tuhan, ia lebih dulu melakukan, dan mempraktikkannya dalam keseharian hidupnya. Kemudian, barulah ia mengajarkannya kepada bangsa Israel.

Bukankah seharusnya demikian kita menjalani hidup kekristenan kita? Panggilan hidup kita sebagai garam dan terang di dunia yang gelap ini bukan hanya fasih saat mengajarkan kebenaran, tetapi kita pun harus menghidupi kebenaran itu. Seperti Ezra mengajarkan firman, ia terlebih dahulu melakukannya dalam hidup sehari-hari. Sudahkah firman Tuhan itu benar-benar diwujudnyatakan dalam perilaku kita sehari-hari? Tentu setiap orang akan memuliakan Bapa di surga ketika mereka mendapati bahwa kebenaran firman yang kita ajarkan itu telah hidup dalam perilaku keseharian kita. Hidupilah kebenaran supaya dengan demikian hidup kita memuliakan Allah. --SYS/www.renunganharian.net


KITA TIDAKLAH MEMULIAKAN ALLAH JIKA KITA HANYA PANDAI MENGAJAR FIRMAN NAMUN MENOLAK UNTUK MELAKUKANNYA.


Navigation

Change Language

Social Media