MENJALANI PEMBENTUKAN ALLAH

Baca: Yesaya 43:1-7


Bacaan tahunan: Yehezkiel 29-32

Pernahkah kita melihat proses pembentukan kerajinan yang terbuat dari tanah liat? Sungguh rumit dan mungkin bisa dibilang melelahkan, seandainya tanah liat dapat berbicara. Namun, ketika kerajinan yang dibuat sudah jadi, orang akan mendapat manfaat dari hasil pembentukan yang telah dijalani oleh tanah liat, seperti keinginan dari si pembuatnya.

Firman hari ini menyebut kata "Yakub" dan "Israel", dua nama yang berbeda tetapi merujuk pada orang yang sama. Allah yang menciptakan Yakub, membentuk hidupnya sedemikian rupa hingga namanya disebut "Israel", usai Yakub menang atas pergulatan di tepi sungai Yabok. Proses pembentukan yang tidak mudah karena Yakub harus melarikan diri dari rumahnya, menghindari Esau yang sempat berniat membunuhnya, bahkan sempat ditipu berkali-kali oleh Laban, pamannya sendiri, tetapi akhirnya pembentukan Allah terjadi atas hidupnya. Kini, berawal dari pergulatan di tepi sungai Yabok (Kej. 32:22-32), nama "Israel" bahkan masih eksis hingga saat ini dengan menjadi nama sebuah negara.

Pembentukan memang tidak pernah menyenangkan. Terlebih kita juga tak tahu berapa lama waktunya, menurut perhitungan dan cara pandang Allah. Namun, ketika proses pembentukan itu selesai, kita dapat pastikan bahwa hasilnya pasti baik. Hidup kita pun dapat memuliakan nama-Nya (ay. 7), seperti proses pembentukan yang Allah lakukan pada Yakub, hingga kepadanya disematkan nama baru. Maukah kita merelakan diri dibentuk oleh tangan Tuhan yang ajaib, supaya kelak hidup kita memuliakan nama-Nya? --GHJ/www.renunganharian.net


PEMBENTUKAN TAK PERNAH MENYENANGKAN, TETAPI HASILNYA BAIK BAGI KEHIDUPAN KITA.


Navigation

Change Language

Social Media