SYARAT UNTUK PULIH

Baca: YOHANES 5:1-18


Bacaan tahunan: Mazmur 144-150

Kegagalan menggapai cita-cita dan pemenuhan harapan dapat membuat kita amat kecewa. Apalagi bila tidak ada yang mendukung saat kita dalam kesulitan. Bertambah pula sakit hati bila ternyata semua menyalahkan kita. Namun, terus tenggelam dalam kejengkelan membuat kita tidak pernah bangkit dari kemarahan. Luapan kekesalan justru membuat orang lain menjauh. Semakin kecil pula kemungkinan kita memperoleh pertolongan dan belas kasih.

Rasa kecewa juga dialami oleh si sakit yang menanti di tepi kolam Betesda. Tiga puluh delapan tahun terbaring sakit bukan hal mudah untuk dijalani. Kekesalan bertambah ketika tidak seorang pun bersedia mendampingi dengan sabar dan menolongnya masuk ke dalam kolam. Kekecewaan yang berlangsung lama membuat si sakit pupus harapan. Dalam keadaan seperti ini, Yesus justru menghampirinya. Namun pertanyaan Yesus tampak aneh, "Maukah engkau sembuh?" Yesus pun memerintahkan dia mengangkat tilam dan berjalan, meskipun hari itu adalah Sabat. Tuhan menggunakan cara pemulihan yang berbeda dengan yang pernah si sakit bayangkan. Syaratnya, dia harus ikut perintah tanpa banyak bertanya. Juga berjanji agar ada pertobatan yang sungguh dari dosa.

Pemulihan menuntut kemauan kuat untuk sembuh. Juga adanya perubahan sikap dan cara pandang. Kesembuhan tidak harus terjadi secara ragawi. Juga tidak sama dengan yang kita bayangkan. Waktunya pun tidak pasti. Yang dituntut dari kita adalah menjalankan apa pun yang Dia perintahkan. Juga tidak menggerutu sembari terus menjaga kekudusan hidup. --HEM/www.renunganharian.net


PEMULIHAN TERJADI OLEH PERUBAHAN CARA BERSIKAP DAN KESEDIAAN MENAATI APA PUN YANG ALLAH PERINTAHKAN.


Navigation

Change Language

Social Media