TAK PERLU KOSMETIK

Baca: YOHANES 6:32-40


Bacaan tahunan: Ayub 1-4

Banyak orang, khususnya kaum perempuan, merasa lebih percaya diri untuk tampil di muka umum dengan menggunakan kosmetik. Istilah kosmetik berasal dari bahasa Yunani kosmetikos yang artinya keterampilan dalam menghias atau menata. Jadi kosmetik adalah obat atau bahan yang dipakai untuk mempercantik wajah, kulit, rambut dan sebagainya, seperti bedak, lipstik, pemerah pipi, dan lainnya. Kosmetik digunakan untuk memoles atau menutupi berbagai kekurangan sehingga seseorang terlihat lebih memikat atau menarik.

Namun semua orang-seperti perempuan yang suka memakai kosmetika-suka menutupi dosa, kekurangan atau kelemahannya dengan berusaha memolesnya dengan tindakan tertentu. Cara bicaranya dipoles supaya terkesan pintar dan jujur. Sikapnya dipoles supaya disukai orang-orang tertentu. Sisi tertentu ditonjolkan agar terkesan hebat dan mudah diterima orang lain. Namun terkadang itu hanyalah topeng; pencitraan semu agar terlihat lebih baik dari yang sebenarnya. Tujuannya hanya ingin membuat orang lain terkesan.

Syukurnya, kita tidak perlu memoles diri di hadapan Tuhan agar terlihat lebih saleh, lebih pantas, atau lebih beriman di mata-Nya. Dia sudah tahu siapa kita sepenuhnya. Penuh dosa, hancur, tak berdaya, najis, dan hina. Tetapi Dia ingin kita datang kepada-Nya dengan apa adanya, tanpa polesan apa pun. Hanya datang dengan hati yang lapar dan haus akan kebenaran. Ingin dipuaskan oleh-Nya sendiri. Ada jaminan bahwa Dia tidak akan menolak atau membuang siapa pun yang datang kepada-Nya, bagaimanapun keadaannya. Ini adalah kabar baik yang sepatutnya kita sambut dengan sukacita. --HT/www.renunganharian.net


DATANG DAN MENYERAHKAN DIRI KEPADA TUHAN DENGAN APA ADANYA ADALAH HAL TERBAIK YANG DAPAT KITA LAKUKAN UNTUK MENGALAMI KASIH-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media