TAKUT MATI GAYA

Baca: MATIUS 6:25-34


Bacaan tahunan: 2 Korintus 9-13

"Sesekali unggah foto gowes ah, biar sama dengan yang lain." "Lagi ada di sini nih... tempat swafoto yang sedang ramai diperbincangkan." Begitulah contoh kalimat yang menyertai unggahan foto di media sosial. Banyak orang saling berlomba menunjukkan bahwa dirinya tidak ketinggalan dalam mengikuti tren yang berkembang.

Mencari Kerajaan Allah dan kehendak-Nya adalah hal utama yang semestinya dipikirkan dan dikerjakan orang percaya. Menjalani hidup berfokus pada kehendak-Nya dan berhenti mengkhawatirkan hal lain. Tuhan yang Mahakuasa peduli pada hidup kita, sehingga kita tidak perlu merasa khawatir akan kebutuhan apa pun juga. Sebab pada saat kita fokus melakukan kehendak-Nya, Dia pasti mencukupkan yang kita perlu.

Pertanyaan bagi kita saat ini adalah: Apa yang sedang kita khawatirkan? Banyak orang di zaman ini khawatir bukan tentang "makanan atau pakaian". Bukan pula khawatir jika hidupnya tidak berkenan di hadapan Allah. Mereka merasa khawatir jika keberadaannya tidak diakui oleh komunitas. Karena itu mereka rela melakukan berbagai upaya asal mendapatkan pengakuan. Mereka baru merasa lega dan puas kalau bisa mengimbangi pencapaian orang lain guna menunjukkan eksistensi diri.

Tanpa sadar gaya hidup mengikuti tren ini membuat orang lebih takut mati gaya daripada takut akan Tuhan. Fokus mereka adalah eksistensi diri, bukan kekudusan hidup bagi Tuhan. Menjalankan kekudusan hidup bukan lagi prioritas, melainkan hanya sambil lalu dan sekenanya saja. Kiranya yang seperti ini jauh daripada kita! --EBL/www.renunganharian.net


JANGAN SAMPAI UPAH DARI MANUSIA MENJADIKAN LUPA BAHWA TUJUAN HIDUP ORANG PERCAYA ADALAH MENCARI KERAJAAN ALLAH DAN KEHENDAK-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media