HADIAH UNTUK TUHAN

Baca: LUKAS 15:1-7


Bacaan tahunan: Galatia 1-3

Bilamana Anda mengasihi seseorang, kesukaannya pasti penting bagi Anda. Andaikan ingin membeli hadiah untuknya, pasti pilihan Anda tak jauh dari apa yang menjadi kegemarannya. Mengapa? Sebab Anda tahu, kesukaan seseorang ialah cerminan dari kehendaknya. Dan Anda ingin memberikan sesuatu yang benar-benar dikehendakinya, bukan? Dengan begitu, pada waktu ia menerimanya, dirinya diliputi kegembiraan.

Mengenali kehendak Tuhan bukan perkara mudah. Akan tetapi, melalui firman-Nya, ada hal-hal yang jelas merupakan kehendak-Nya. Cerminan isi hati-Nya. Itulah yang hendak Yesus nyatakan melalui perumpamaan (domba-dirham-anak) "yang hilang" di Lukas pasal 15. Kehendak Tuhan dapat kita kenali melalui apa yang menjadi kesukaan-Nya-yang membuat Dia bersukacita atasnya-yakni ketika manusia yang terhilang ditemukan, insan berdosa bertobat (ay. 7). Itulah sukacita surga. Itulah kehendak-Nya.

Apakah kita mengasihi Tuhan? Jikalau ya, bayangkanlah diri kita hendak memberi hadiah kepada Tuhan. Tentu hadiah yang menyukakan hati-Nya, bukan? Apakah itu? Jangan ragu lagi. Jangan bertanya lagi itu kehendak-Nya atau bukan. Pastikan hadiah itu ialah seseorang yang kita bawa kepada Yesus untuk mengenal-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Pastikan itu adalah pelayanan Anda sendiri atau dukungan Anda terhadap suatu pelayanan bagi mereka yang terhilang. Tuhan pasti gembira menyambut hadiah itu. --PAD/www.renunganharian.net


KESUKAAN TUHAN YANG TERBESAR ADALAH PULANGNYA JIWA YANG TERHILANG.


Navigation

Change Language

Social Media