TERLENA

Baca: Hakim-hakim 16:22-31


Bacaan tahunan: Mazmur 18-22

Ketika sepertinya kemenangan akan segera diperoleh, seorang pebulu tangkis dapat menjadi terlena dan memandang enteng lawannya. Akhirnya tidak jarang justru lawannya dapat mengejar angka dan mengalahkannya. Sangat disayangkan bahwa kemenangan di depan mata justru berujung pada kekalahan.

Orang Filistin telah mencukur rambut di kepala Simson, menangkap, dan bahkan mencungkil kedua matanya. Musuh yang merusak tanah orang Filistin dan membunuh banyak orang Filistin telah dikalahkan dan tidak berdaya. Orang Filistin sudah merasa menang. Tidak ada lagi yang perlu ditakuti dari Simson yang sudah tidak berdaya.

Tetapi mereka lupa, bahwa rambut di kepala Simson mulai tumbuh kembali, dan sesungguhnya kekuatan Simson berasal dari Tuhan yang memilihnya, bukan dari dirinya sendiri. Ketika ada perayaan kepada Dagon, allah orang Filistin, di dalam kegembiraan, mereka memanggil Simson untuk melawak. Simson dituntun dan ditempatkan di antara tiang-tiang penyangga bangunan. Dalam penyesalannya dan kesadaran akan panggilannya, ia memohon kekuatan sekali lagi agar dapat merobohkan bangunan dan membunuh orang Filistin di dalamnya, dan Tuhan mengabulkan. Dalam kegembiraan, banyak orang Filistin mati karena mereka menganggap Simson sudah tidak berdaya.

Sering kali kita mengalami masa di mana bisnis, studi, dan pekerjaan berjalan lancar tanpa ada tanda-tanda kegagalan di depan. Marilah kita tidak menjadi malas dan terlena, tetapi tetap selalu berdoa dan berjaga-jaga, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Dialah yang selalu menyertai kita. --ANT/www.renunganharian.net


TETAPLAH BERDOA DAN BERJAGA-JAGA SEKALIPUN SEGALA SESUATU BERJALAN DENGAN LANCAR.


Navigation

Change Language

Social Media