TETAP BERHARGA

Baca: YESAYA 43:1-7


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 8-10

Viral dan panen pujian karena prestasi yang diraih tentu membuat penerimanya merasa bangga. Sebab dukungan dan penghargaan, apa pun bentuknya, memberi dampak luar biasa bagi penerimanya. Senang, termotivasi dan bersemangat, semua ini sangat menunjang produktivitas. Lebih lagi dukungan yang diberikan di tengah keterpurukan. Bukankah lebih banyak orang memilih tidak menjalin hubungan dengan orang yang "bermasalah"?

Israel tidak mau berjalan di jalan Allah. Bahkan ketika Tuhan menghajar karena ketidaktaatan mereka pun, Israel tetap keras kepala dan tidak peduli. Namun Allah tetap peduli, karena Dialah yang telah menciptakan mereka dan membentuk mereka. Dia pula yang menebus mereka dari perbudakan Mesir. Israel dijadikan-Nya istimewa, dibedakan dari umat lain dan dikhususkan bagi diri-Nya. Dia sangat mengasihi Israel. Bahkan setelah Israel menunjukkan kebebalan mereka sekalipun Dia tetap menganggapnya berharga dan mulia. Karena itu, dalam penderitaan Israel, Allah memberikan janji akan kehadiran-Nya untuk menopang dan memberi kelepasan.

Melalui iman kepada Yesus Kristus, kita dijadikan-Nya Israel baru. Kita beroleh kasih Allah, lengkap dengan segala karunianya. Kita menjadi milik Allah karena Dia telah menciptakan dan menebus kita. Dia mengenal kita secara pribadi. Di tengah pergumulan, Dia selalu ada bersama kita. Dalam pandangan-Nya, kita mulia dan berharga. Bukankah hal ini lebih dari cukup untuk membuat kita senantiasa bersukacita dan berpengharapan di tengah tantangan kehidupan? --EBL/www.renunganharian.net


TIDAK ADA YANG DAPAT MENANDINGI KEBAHAGIAAN SEORANG YANG DIPANDANG MULIA DAN BERHARGA DI MATA ALLAH.


Navigation

Change Language

Social Media