WAKTU SENGGANG

Baca: 2 SAMUEL 11


Bacaan tahunan: Kejadian 49-50

"Me time, " demikian yang diucapkan beberapa teman ketika muncul kembali dalam kelompok gaul setelah beberapa saat mereka menghilang. Setiap orang yang sibuk, apalagi yang menjalani multiperan, perlu punya waktu bagi dirinya. Entah itu untuk menikmati kesendirian, merenung, membaca, menekuni hobi, atau berbelanja dan jalan-jalan. Manusia perlu bebas sejenak dari segala kegiatan dan merilekskan dirinya. Namun me time bukanlah bebas tanpa batas.

Pelajaran berharga mengenai pentingnya penggunaan waktu senggang secara bijak dapat dipetik dari pengalaman Raja Daud. Pada era pemerintahannya, negara dalam keadaan sejahtera dan relatif aman. Peperangan memang masih terjadi, namun kemenangan demi kemenangan dapat diraih. Itu sebabnya Daud memiliki waktu senggang lebih banyak. Dia hanya mendelegasikan anak buahnya untuk maju berperang. Namun justru saat itulah dia tergoda dan terjatuh dalam dosa perzinaan. Sejak itu, Daud tidak lagi bisa tenang. Dia sibuk berupaya membersihkan namanya tanpa hasil. Daud bahkan terjatuh semakin dalam. Setelah pertobatannya pun, Daud masih terus menderita akibat kesalahan fatal yang pernah dilakukannya.

Me time bukanlah waktu yang sepenuhnya milik pribadi sehingga dapat digunakan sesuka keinginan kita. Tidak boleh ada waktu di mana Tuhan tidak terlibat di dalamnya. Bahkan waktu istirahat kita pada hari ketujuh pun sengaja ditetapkan Sang Pencipta, yaitu agar kita mengingat kebaikan-Nya dan keselamatan yang telah Ia anugerahkan (Ul. 5:14-15). --HEM/www.renunganharian.net


LIBATKANLAH TUHAN DALAM SEGALA WAKTU, TERMASUK WAKTU SENGGANG ANDA.


Navigation

Change Language

Social Media