WASPADA BERPRASANGKA

Baca: YOSUA 22:9-34


Bacaan tahunan: Mazmur 119

Suku Ruben, Gad dan setengah suku Manasye mendapat tanah pusaka tanpa menyeberangi Yordan. Namun mereka berjanji ikut menyeberang dan turut berperang bersama suku Israel lainnya hingga semua suku mendapat milik pusaka. Setelah menunaikan tugas itu, Yosua melepas mereka pulang ke tanah milik mereka dan memberkati mereka. Lalu, dua setengah suku ini mendirikan mezbah di tepi Yordan. Ketika berita itu terdengar oleh suku-suku Israel lainnya, mereka berkumpul dan bersiap memerangi mereka. Mereka mengira bahwa suku-suku di seberang Yordan telah berpaling dari Tuhan dan mendirikan pusat peribadatan sendiri. Mereka khawatir bahwa ketidaksetiaan itu bisa mendatangkan hukuman atas seluruh Israel, seperti yang sudah terjadi pada kasus di Peor (Bil. 25) dan Akhan (Yos. 7).

Syukurnya, orang Israel mengirim utusan untuk mengetahui apa yang terjadi. Ternyata, mereka mendirikan mezbah itu untuk menjadi pengingat bahwa mereka adalah satu dengan bangsa Israel. Itu bukanlah pusat ibadah tandingan. Mezbah itu jadi pengingat bagi generasi selanjutnya, baik bagi mereka di sebelah timur dan barat sungai Yordan, bahwa mereka adalah satu. Setelah mengetahui kebenaran itu, seluruh Israel menganggapnya baik dan memuji Allah.

Prasangka muncul ketika kita menyimpulkan sesuatu berdasarkan informasi yang minim. Sebaiknya, mari kita luangkan waktu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dengan demikian, kita dapat terhindar dari berbagai persoalan yang tidak perlu. --HT/www.renunganharian.net


JANGANLAH KITA GEGABAH BERTINDAK ATAS DASAR PRASANGKA, MELAINKAN ATAS DASAR KEBENARAN YANG TERPERCAYA.


Navigation

Change Language

Social Media