EN ID

Renungan Harian

ANONIMITAS NAN MENGGODA

15 January 2018

Baca: 1 Petrus 5:8-11


Bacaan tahunan: Kejadian 43-45

Individu yang anonim adalah orang yang identitasnya tidak diketahui. Jahatkah itu? Tergantung. Banyak orang berbuat baik, tetapi ingin identitasnya dirahasiakan. Mereka adalah budiman yang anonim. Anonimitas menjadi tanda keluhuran budi.

Tetapi, banyak orang menjadikan dirinya anonim agar bisa berbuat jahat. Anonimitas dipakai sebagai jalan kejahatan. Banyak situs dan akun anonim dipakai untuk kejahatan: menebar hoax, menabur fitnah, memantik perselisihan, mem-bully, dan banyak lagi. Terutama di dunia maya, pemakaian anonimitas sebagai jalan kejahatan meningkat luar biasa. Mengapa? Karena anonimitas memberi kebebasan besar untuk melakukan apa pun (termasuk yang jahat), dan menjadi persembunyian rapat untuk menghindari tuntutan pertanggungjawaban. Akibatnya, anonimitas menjadi godaan amat kuat yang menyeret banyak orang untuk memakainya sebagai jalan kejahatan.

Karena semua itu, kita dilingkupi situasi yang amat gawat. Meminjam kata Rasul Petrus, godaan anonimitas itu mengintai kita bak singa garang mencari mangsa (ay. 8b). Dalam kegawatan itulah, kita mendengar nasihat Rasul Petrus, "Sadarlah, dan berjaga-jagalah" (ay. 8a). Kita perlu menyadari kerapuhan kita, agar selalu ingat untuk menjaga diri. Kita perlu mewaspadai godaan anonimitas itu, dan berjuang memeranginya.

Benar, tak semua yang anonim itu buruk. Anonimitas banyak menjadi tanda keluhuran budi. Namun, besarnya godaan untuk memakai anonimitas sebagai jalan kejahatan itu mengajak kita untuk selalu sadar dan berjaga-jaga. --EE/www.renunganharian.net
ANONIMITAS ADALAH GODAAN TERAMAT BESAR YANG MENANTANG KETEGUHAN DAN INTEGRITAS MORAL TIAP ORANG.-O.S. RAILLE

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca