Renungan Harian
UNTUK MENDATANGKAN BERKAT
28 February 2022
Lewat jalan yang luar biasa, Yusuf menjadi raja muda di Mesir, orang paling berkuasa di Mesir selain Firaun. "Kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat ... dengan tidak setahumu, seorang pun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir, " kata Firaun kepada Yusuf (ay. 40, 44). Alangkah besar kekuasaan yang ada di tangan Yusuf. Jika Yusuf mau, pasti tak sulit bagi Yusuf untuk menyalahgunakan kekuasaan yang sangat besar itu.
Tetapi, Yusuf tidak mau melakukan itu. Hal yang dia lakukan adalah bekerja keras. Dia meninggalkan istana, dan mengelilingi seluruh tanah Mesir (ay. 46b). Untuk apa? Melakukan semua hal yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan Mesir dari bencana yang akan menimpa (ay. 48, 49). Dan ternyata kemudian, bangsa-bangsa lain pun ikut terselamatkan.
Anda lihat? Kekuasaan yang besar tidak membuat Yusuf kehilangan integritas moral. Yusuf tidak mau warna dirinya ditentukan oleh kekuasaan. Dialah yang menentukan warna kekuasaan itu, bukan sebaliknya. Kekuasaan yang besar tidak membuatnya menjadi monster yang melahap segalanya, tetapi dia jadikan sebagai alat yang efektif untuk melayani dan membawa berkat bagi semua.
Dalam hidup, kekuasaan mewujud dalam banyak rupa: jabatan, kekayaan, massa pendukung, sumber daya, kekuatan fisik, dan banyak lagi. Dengan kekuasaan, orang bisa memaksakan kehendak. Tetapi, Yusuf memberi teladan bahwa-jika kita mau-kita bisa memilih untuk menjadikan kekuasaan sebagai alat yang efektif untuk melayani dan mendatangkan berkat bagi semua. --EE/www.renunganharian.net
Tetapi, Yusuf tidak mau melakukan itu. Hal yang dia lakukan adalah bekerja keras. Dia meninggalkan istana, dan mengelilingi seluruh tanah Mesir (ay. 46b). Untuk apa? Melakukan semua hal yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan Mesir dari bencana yang akan menimpa (ay. 48, 49). Dan ternyata kemudian, bangsa-bangsa lain pun ikut terselamatkan.
Anda lihat? Kekuasaan yang besar tidak membuat Yusuf kehilangan integritas moral. Yusuf tidak mau warna dirinya ditentukan oleh kekuasaan. Dialah yang menentukan warna kekuasaan itu, bukan sebaliknya. Kekuasaan yang besar tidak membuatnya menjadi monster yang melahap segalanya, tetapi dia jadikan sebagai alat yang efektif untuk melayani dan membawa berkat bagi semua.
Dalam hidup, kekuasaan mewujud dalam banyak rupa: jabatan, kekayaan, massa pendukung, sumber daya, kekuatan fisik, dan banyak lagi. Dengan kekuasaan, orang bisa memaksakan kehendak. Tetapi, Yusuf memberi teladan bahwa-jika kita mau-kita bisa memilih untuk menjadikan kekuasaan sebagai alat yang efektif untuk melayani dan mendatangkan berkat bagi semua. --EE/www.renunganharian.net
TAKARAN BAGI SESEORANG ADALAH APA YANG DIA LAKUKAN DENGAN KEKUASAAN YANG ADA PADANYA.-PLATO


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.