Renungan Harian
BERBAGI KEHIDUPAN
07 February 2026
Ajakan untuk berbagi kepada sesama tentu sudah sering digaungkan. Bahkan ajakan ini tidak pernah berhenti. Hal ini dapat menunjukkan bahwa masih sedikit orang yang menyadari pentingnya berbagi kepada orang lain. Banyak orang yang justru melihat kekurangan dirinya sendiri daripada memahami penderitaan orang lain. Bila mereka berbagi, mereka takut akan kekurangan mereka.
Seperti yang diperintahkan Tuhan, Elia pergi kepada seorang janda di Sarfat untuk menerima roti darinya. Namun, awalnya janda tersebut keberatan untuk membuatkan sepotong roti untuk Elia, sebab yang ia miliki hanyalah persediaan terakhirnya. Bagi janda tersebut, ia ingin makan bersama dengan anaknya untuk terakhir kalinya, sebelum ia mati kelaparan. Ia takut apabila berbagi dengan Elia maka ia tidak akan bisa menikmati makan bersama dengan anaknya. Oleh karenanya, Elia menasihatinya untuk tidak takut dan mengkhawatirkan hidupnya, sebab Tuhan sendirilah yang akan mencukupi hidupnya. Sekalipun secara nalar, ia akan kekurangan makanan bila berbagi dengan Elia. Namun, Elia menunjukkan bahwa penyertaan Tuhan itu melebihi pemahaman manusia.
Ketakutan dan kekhawatiran akan kekurangan yang kita miliki akan membutakan kita untuk melihat berkat Tuhan. Marilah kita menyadari bahwa melalui berkat-Nya, Ia mencukupi seluruh hidup kita. Oleh karenanya, janganlah takut akan kekurangan kita, tetapi berbagilah kepada sesama. Sebab dengan berbagi maka kita mewujudkan kehidupan dari-Nya. --ZDP/www.renunganharian.net
Seperti yang diperintahkan Tuhan, Elia pergi kepada seorang janda di Sarfat untuk menerima roti darinya. Namun, awalnya janda tersebut keberatan untuk membuatkan sepotong roti untuk Elia, sebab yang ia miliki hanyalah persediaan terakhirnya. Bagi janda tersebut, ia ingin makan bersama dengan anaknya untuk terakhir kalinya, sebelum ia mati kelaparan. Ia takut apabila berbagi dengan Elia maka ia tidak akan bisa menikmati makan bersama dengan anaknya. Oleh karenanya, Elia menasihatinya untuk tidak takut dan mengkhawatirkan hidupnya, sebab Tuhan sendirilah yang akan mencukupi hidupnya. Sekalipun secara nalar, ia akan kekurangan makanan bila berbagi dengan Elia. Namun, Elia menunjukkan bahwa penyertaan Tuhan itu melebihi pemahaman manusia.
Ketakutan dan kekhawatiran akan kekurangan yang kita miliki akan membutakan kita untuk melihat berkat Tuhan. Marilah kita menyadari bahwa melalui berkat-Nya, Ia mencukupi seluruh hidup kita. Oleh karenanya, janganlah takut akan kekurangan kita, tetapi berbagilah kepada sesama. Sebab dengan berbagi maka kita mewujudkan kehidupan dari-Nya. --ZDP/www.renunganharian.net
DENGAN BERBAGI, KITA MEWUJUDKAN KEHIDUPAN.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.