Renungan Harian
BUKAN KARENA POTENSI
13 July 2026
Orang sering menghubungkan berbagai keberhasilan, promosi jabatan, atau panggilan kerja dengan potensi seseorang. Semakin besar potensi seseorang maka ia mempunyai kesempatan semakin besar untuk mendapatkan keberhasilan dalam hidupnya. Hal inilah yang membuat banyak orang sering mati-matian mengembangkan potensi diri hingga terkadang melupakan Tuhan.
Gideon sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur yang tersembunyi karena takut kepada orang Midian. Ketika Tuhan ingin mengutusnya untuk memukul kalah orang Midian, Malaikat Tuhan menyapanya sebagai pahlawan yang gagah berani dan bahwa Tuhan menyertainya. Beberapa hal yang ironis dengan sebutannya sebagai pahlawan yang gagah berani adalah, pertama, ia bersembunyi dari orang Midian. Kedua, ia tidak memercayai penyertaan Tuhan karena bangsanya mengalami kondisi yang sangat sulit. Ketiga, ia tidak percaya diri karena kaumnya paling kecil dan ia paling muda di antara kaum keluarganya. Keempat, ia meragukan panggilannya sehingga ia meminta tanda kepada Tuhan. Tidak ada sedikit pun potensi pada Gideon yang membuat Tuhan memilihnya. Tuhan memilih Gideon menurut kerelaan hati-Nya dan Dia saja yang memperlengkapi, menyertai, dan membuat Gideon sebagai pahlawan yang gagah berani.
Hidup kita tidak selalu hanya bergantung pada potensi dan kemampuan yang kita miliki. Karena potensi, bakat, dan kapasitas seseorang adalah berbeda-beda menurut pemberian Tuhan. Tuhan sendirilah yang memberikan penyertaan dan memperlengkapi setiap anak-anak-Nya sesuai dengan tugas dan kebutuhan yang dipercayakan kepada mereka. Beranilah memikul tanggung jawab yang Tuhan beri, sekalipun kita sadar akan keterbatasan kita, sebab Tuhan sanggup memperlengkapi dan menolong kita agar maksud dan panggilan-Nya terwujud. --ANT/www.renunganharian.net
Gideon sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur yang tersembunyi karena takut kepada orang Midian. Ketika Tuhan ingin mengutusnya untuk memukul kalah orang Midian, Malaikat Tuhan menyapanya sebagai pahlawan yang gagah berani dan bahwa Tuhan menyertainya. Beberapa hal yang ironis dengan sebutannya sebagai pahlawan yang gagah berani adalah, pertama, ia bersembunyi dari orang Midian. Kedua, ia tidak memercayai penyertaan Tuhan karena bangsanya mengalami kondisi yang sangat sulit. Ketiga, ia tidak percaya diri karena kaumnya paling kecil dan ia paling muda di antara kaum keluarganya. Keempat, ia meragukan panggilannya sehingga ia meminta tanda kepada Tuhan. Tidak ada sedikit pun potensi pada Gideon yang membuat Tuhan memilihnya. Tuhan memilih Gideon menurut kerelaan hati-Nya dan Dia saja yang memperlengkapi, menyertai, dan membuat Gideon sebagai pahlawan yang gagah berani.
Hidup kita tidak selalu hanya bergantung pada potensi dan kemampuan yang kita miliki. Karena potensi, bakat, dan kapasitas seseorang adalah berbeda-beda menurut pemberian Tuhan. Tuhan sendirilah yang memberikan penyertaan dan memperlengkapi setiap anak-anak-Nya sesuai dengan tugas dan kebutuhan yang dipercayakan kepada mereka. Beranilah memikul tanggung jawab yang Tuhan beri, sekalipun kita sadar akan keterbatasan kita, sebab Tuhan sanggup memperlengkapi dan menolong kita agar maksud dan panggilan-Nya terwujud. --ANT/www.renunganharian.net
TUHAN MEMPERLENGKAPI SETIAP ORANG YANG DIPILIH-NYA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.