Renungan Harian
SALAH LANGKAH
15 July 2026
Bermain catur sangat mengandalkan strategi. Setiap langkah dapat melemahkan atau memperkuat kita. Jika salah melangkah, kita bisa kehilangan bidak-bidak berharga, bahkan terancam kalah. Permainan catur mengajarkan kita bahwa setiap langkah harus dilakukan dengan berhati-hati, penuh perhitungan, serta memiliki tujuan. Bukan sembarang melangkah, sekalipun keputusan itu diambil dalam waktu yang singkat.
Dalam dunia nyata, salah langkah juga bisa sangat mematikan. Rezin, raja Aram, dan Pekah, raja Israel, memimpin pasukan yang besar untuk memerangi Ahas, raja Yehuda. Ahas dan seluruh rakyat gemetar ketakutan (Yes. 7:1-2). Dalam kekalutan itu, Allah mengutus Nabi Yesaya untuk memberinya jaminan perlindungan, asalkan ia mau percaya serta mengandalkan Tuhan. Sayangnya, Ahas memilih strategi yang lain. Ia menolak Tuhan, lalu berpaling meminta pertolongan kepada raja negeri Asyur.
Raja Asyur memang segera tiba. Namun, ia datang bukan sebagai sekutu bagi Ahas, melainkan sebagai bandit yang tega merampas semua kekayaan Yehuda. Ia meminta upeti yang amat besar. Ahas pun merampas barang-barang berharga dari bait Allah, juga dari istana raja, serta dari rumah para pemimpin Yehuda. Semua diserahkannya kepada raja Asyur. Namun, tindakan itu sama sekali tidak menguntungkan baginya. Asyur tidak menolongnya. Ahas benar-benar salah langkah. Ia meninggalkan Allah yang siap menolongnya, hanya untuk mendapati dirinya diperdaya, dikuras habis, lalu ditinggalkan oleh Asyur. Karenanya, marilah bersandar pada Allah di setiap langkah agar hidup kita terarah dengan benar serta berkenan bagi-Nya. --HT/www.renunganharian.net
Dalam dunia nyata, salah langkah juga bisa sangat mematikan. Rezin, raja Aram, dan Pekah, raja Israel, memimpin pasukan yang besar untuk memerangi Ahas, raja Yehuda. Ahas dan seluruh rakyat gemetar ketakutan (Yes. 7:1-2). Dalam kekalutan itu, Allah mengutus Nabi Yesaya untuk memberinya jaminan perlindungan, asalkan ia mau percaya serta mengandalkan Tuhan. Sayangnya, Ahas memilih strategi yang lain. Ia menolak Tuhan, lalu berpaling meminta pertolongan kepada raja negeri Asyur.
Raja Asyur memang segera tiba. Namun, ia datang bukan sebagai sekutu bagi Ahas, melainkan sebagai bandit yang tega merampas semua kekayaan Yehuda. Ia meminta upeti yang amat besar. Ahas pun merampas barang-barang berharga dari bait Allah, juga dari istana raja, serta dari rumah para pemimpin Yehuda. Semua diserahkannya kepada raja Asyur. Namun, tindakan itu sama sekali tidak menguntungkan baginya. Asyur tidak menolongnya. Ahas benar-benar salah langkah. Ia meninggalkan Allah yang siap menolongnya, hanya untuk mendapati dirinya diperdaya, dikuras habis, lalu ditinggalkan oleh Asyur. Karenanya, marilah bersandar pada Allah di setiap langkah agar hidup kita terarah dengan benar serta berkenan bagi-Nya. --HT/www.renunganharian.net
ALLAH BERKUASA MENUNTUN DAN MENJAGA KITA DI SETIAP LANGKAH, MARI BERPAUT KEPADA-NYA AGAR HIDUP KITA TIDAK KEHILANGAN ARAH.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.