EN ID

Renungan Harian

RUMPUT LIAR DI LADANG HATI

16 July 2026

Baca: KEJADIAN 37:12-36


Bacaan tahunan: Amsal 10-12

Menyesali kegagalannya menolong Yusuf, Ruben mengoyak bajunya. Adik-adiknya kini tahu, Ruben telah berkhianat. Namun, mereka tak berbuat apa pun kepadanya. Wibawa Ruben agaknya cukup kuat. Keberanian Ruben secara terbuka menunjukkan keberpihakannya membuktikan bahwa dia tahu benar sikap saudaranya kepadanya. Artinya, andai sejak awal Ruben tegas membela Yusuf dan mendesak agar Yusuf dibebaskan, boleh jadi Yusuf terselamatkan.

Namun, mengapa Ruben tidak sejak awal menyelamatkan Yusuf? Mengapa ia menunda hal sepenting dan segenting itu? Entah apa alasan Ruben. Yang jelas, penundaan itu membuat keadaan tak lagi bisa diperbaiki.

Memang, tak semua penundaan itu buruk. Jika alasannya benar dan masuk akal, penundaan adalah wujud sikap bertanggung jawab. Namun, banyak orang melakukan penundaan (menunda penanganan masalah, menunda realisasi bantuan, dsb.) bukan karena alasan yang bertanggung jawab. Akibatnya, masalah yang tertunda menjadi rumput liar di ladang hati, menjadi gulma yang memenuhi ladang: sulit ditangani, tidak terkendali. Adolf Heuken, seorang sejarawan, berkata, "Masalah-masalah yang tidak diselesaikan tepat pada waktunya akan muncul pada saat yang tidak disangka-sangka dengan kekuatan yang melampaui kemampuan kita untuk menanganinya."

Tuhan menghendaki agar kita selalu menanggapi tiap hal secara bertanggung jawab pada waktunya. Ya, pada waktunya, bukan menunda-nunda. Maka, sebelum hal-hal kecil menjadi liar tidak terkendali, mari kita bangun, dan segera melakukan yang harus kita lakukan. --EE/www.renunganharian.net
KECUALI KARENA ALASAN YANG DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN, PENUNDAAN ADALAH TINDAKAN TAK BERTANGUNG JAWAB.

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca