Renungan Harian
BERTAHAN DALAM DIDIKAN
24 July 2026
Sekalipun berbahaya, sebagian orang candu terhadap makanan instan. Selain praktis, makanan instan lebih kekinian. Rasanya pun enak. Padahal di sisi lain, makanan instan justru berbahaya bagi tubuh. Sehingga alih-alih menyehatkan, terlalu sering mengonsumsi makanan instan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Sebaliknya, sayur yang menyehatkan tubuh sering tidak disukai. Terlebih rasanya tidak selalu enak di lidah.
Menghadapi pergumulan, sebagian orang cenderung mencari solusi yang instan. Ingin segera menikmati kesenangan, enggan berlama-lama menjalani proses yang menyulitkan. Akhirnya, mereka memilih jalan dosa. Malangnya, kenikmatan dosa hanya berlaku sementara. Di sisi lain, ketaatan dianggap seperti sayur yang terasa hambar atau bahkan membosankan. Untuk merasakan manfaatnya pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga tidak sedikit orang yang menolak untuk taat.
Setiap orang percaya tahu jika dosa merupakan musuh utama, baik bagi Allah maupun manusia. Dengan demikian melawan dosa menjadi hal yang sangat penting karena berguna untuk melindungi diri dari kebinasaan. Karena itu, tak boleh mengeluh, menggerutu, atau menyerah begitu saja. Sebaliknya, kita harus bersabar dan bertekun. Tak perlu membesar-besarkan penderitaan kita karena masih ada yang terpanggil ke dalam pencobaan berat sampai harus mencucurkan darah. Sekalipun saat pergumulan melanda kita merasa amat tersiksa, memilih bertahan dalam kebenaran membawa kita menuju hidup yang berkenan bagi Allah, bahkan mendatangkan damai sejahtera. --EBL/www.renunganharian.net
Menghadapi pergumulan, sebagian orang cenderung mencari solusi yang instan. Ingin segera menikmati kesenangan, enggan berlama-lama menjalani proses yang menyulitkan. Akhirnya, mereka memilih jalan dosa. Malangnya, kenikmatan dosa hanya berlaku sementara. Di sisi lain, ketaatan dianggap seperti sayur yang terasa hambar atau bahkan membosankan. Untuk merasakan manfaatnya pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga tidak sedikit orang yang menolak untuk taat.
Setiap orang percaya tahu jika dosa merupakan musuh utama, baik bagi Allah maupun manusia. Dengan demikian melawan dosa menjadi hal yang sangat penting karena berguna untuk melindungi diri dari kebinasaan. Karena itu, tak boleh mengeluh, menggerutu, atau menyerah begitu saja. Sebaliknya, kita harus bersabar dan bertekun. Tak perlu membesar-besarkan penderitaan kita karena masih ada yang terpanggil ke dalam pencobaan berat sampai harus mencucurkan darah. Sekalipun saat pergumulan melanda kita merasa amat tersiksa, memilih bertahan dalam kebenaran membawa kita menuju hidup yang berkenan bagi Allah, bahkan mendatangkan damai sejahtera. --EBL/www.renunganharian.net
BERAKIT-RAKIT KE HULU, BERENANG-RENANG KE TEPIAN. BERSAKIT-SAKIT DAHULU, BERSUKACITA DALAM KEKEKALAN.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.