Renungan Harian
MENJADI JEMBATAN
09 August 2026
Sering kali mulut kita tertutup ketika muncul dorongan untuk memberitakan Injil kepada relasi dekat kita. Ada pikiran yang merintangi, mencela ketidakmampuan kita untuk berbicara tentang Injil. Kita mungkin merasa tidak berarti, rendah, dan tidak menguasai masalah-masalah materi penginjilan. Mungkin kita juga tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan mengenai Injil.
Namun, logika berpikir kita ini bertentangan dengan apa yang Rasul Yohanes kisahkan. Sungguh ajaib, Yesus berbicara justru kepada seorang perempuan Samaria. Perempuan adalah insan yang dipandang rendah oleh orang Yahudi, apalagi perempuan Samaria, dipandang tidak murni secara agama. Apalagi Yesus tahu bahwa perempuan ini perempuan yang tidak benar. Perilaku sembunyi-sembunyi menimba air pada siang hari bolong menandakan bahwa ia menghindari orang banyak yang berkata-kata buruk tentangnya. Ia pun heran, mengapa Yesus mau meminta air darinya. Bahkan menawarkan air hidup padanya. Kemudian membongkar pula rahasianya dengan mengatakan perempuan ini memiliki lima suami dan satu selingkuhan.
Perempuan itu akhirnya yakin bahwa yang berbicara dengannya itu Mesias. Lalu menyampaikannya kepada orang-orang di kotanya dan mengajak mereka bertemu dengan Kristus. Mereka pun menjadi percaya ketika mereka sendiri berjumpa dengan Kristus.
Kita pun tidak boleh merasa rendah diri. Andaikan kita tidak pandai memberitakan Injil, paling tidak kita bisa menjadi jembatan. Entah menjadi jembatan penghubung, atau melalui kesaksian hidup kita. --HEM/www.renunganharian.net
Namun, logika berpikir kita ini bertentangan dengan apa yang Rasul Yohanes kisahkan. Sungguh ajaib, Yesus berbicara justru kepada seorang perempuan Samaria. Perempuan adalah insan yang dipandang rendah oleh orang Yahudi, apalagi perempuan Samaria, dipandang tidak murni secara agama. Apalagi Yesus tahu bahwa perempuan ini perempuan yang tidak benar. Perilaku sembunyi-sembunyi menimba air pada siang hari bolong menandakan bahwa ia menghindari orang banyak yang berkata-kata buruk tentangnya. Ia pun heran, mengapa Yesus mau meminta air darinya. Bahkan menawarkan air hidup padanya. Kemudian membongkar pula rahasianya dengan mengatakan perempuan ini memiliki lima suami dan satu selingkuhan.
Perempuan itu akhirnya yakin bahwa yang berbicara dengannya itu Mesias. Lalu menyampaikannya kepada orang-orang di kotanya dan mengajak mereka bertemu dengan Kristus. Mereka pun menjadi percaya ketika mereka sendiri berjumpa dengan Kristus.
Kita pun tidak boleh merasa rendah diri. Andaikan kita tidak pandai memberitakan Injil, paling tidak kita bisa menjadi jembatan. Entah menjadi jembatan penghubung, atau melalui kesaksian hidup kita. --HEM/www.renunganharian.net
TAK PERLU MERASA RENDAH DIRI MENGABARKAN INJIL, BERITA KESUKAAN. KITA DAPAT MENJADI JEMBATAN PENGHUBUNG UNTUK MEMPERKENALKAN KRISTUS.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.