Renungan Harian
TEGURAN UNTUK BARUKH
13 August 2026
Kesulitan yang ada pada saat kita melayani Tuhan sering menjadi alat uji untuk memurnikan motivasi atau tujuan seseorang. Ketika semua berjalan lancar, semua orang bisa melayani dengan gembira. Namun, ketika ada kesulitan, tantangan, atau ancaman, kita akan melihat siapa yang bertahan dan tetap setia, serta siapa yang mengutamakan kenyamanan diri sendiri, bahkan siapa yang mencari keuntungan untuk dirinya.
Nabi Yeremia dan Barukh bersama-sama melayani Tuhan. Barukh menjadi juru tulis, sekretaris, serta sahabat Yeremia. Barukh menuliskan perkataan-perkataan Yeremia serta firman Tuhan yang diterima sang nabi ke dalam gulungan-gulungan kitab untuk kemudian dibacakan kepada orang banyak. Isinya tentang peringatan Allah atas ketidaktaatan umat-Nya, serta penghukuman yang akan mereka alami jika tidak bertobat. Namun, gulungan kitab itu dibakar oleh raja dan nyawa mereka terancam (bdk. Yer. 36). Namun, Yeremia meminta Barukh menuliskannya kembali pada gulungan yang baru. Yeremia juga mengingatkan agar Barukh tidak mencari popularitas bagi dirinya sendiri. Namun, agar ia setia mengerjakan apa yang membesarkan nama Tuhan, sekalipun ia dihina atau dimusuhi oleh manusia.
Teguran Yeremia ini juga berlaku untuk kita. Saat kita berjerih lelah dalam melakukan beragam jenis pelayanan, apakah kita sedang meninggikan diri sendiri atau meninggikan Allah? Yeremia mengingatkan bahwa sekalipun kita berjuang atau berkorban sedemikian rupa, janganlah melakukannya demi mencari hormat bagi diri sendiri. Mari melakukannya bagi Tuhan dengan hati tulus, sebagai tanda kasih dan ketaatan kita kepada-Nya. --HT/www.renunganharian.net
Nabi Yeremia dan Barukh bersama-sama melayani Tuhan. Barukh menjadi juru tulis, sekretaris, serta sahabat Yeremia. Barukh menuliskan perkataan-perkataan Yeremia serta firman Tuhan yang diterima sang nabi ke dalam gulungan-gulungan kitab untuk kemudian dibacakan kepada orang banyak. Isinya tentang peringatan Allah atas ketidaktaatan umat-Nya, serta penghukuman yang akan mereka alami jika tidak bertobat. Namun, gulungan kitab itu dibakar oleh raja dan nyawa mereka terancam (bdk. Yer. 36). Namun, Yeremia meminta Barukh menuliskannya kembali pada gulungan yang baru. Yeremia juga mengingatkan agar Barukh tidak mencari popularitas bagi dirinya sendiri. Namun, agar ia setia mengerjakan apa yang membesarkan nama Tuhan, sekalipun ia dihina atau dimusuhi oleh manusia.
Teguran Yeremia ini juga berlaku untuk kita. Saat kita berjerih lelah dalam melakukan beragam jenis pelayanan, apakah kita sedang meninggikan diri sendiri atau meninggikan Allah? Yeremia mengingatkan bahwa sekalipun kita berjuang atau berkorban sedemikian rupa, janganlah melakukannya demi mencari hormat bagi diri sendiri. Mari melakukannya bagi Tuhan dengan hati tulus, sebagai tanda kasih dan ketaatan kita kepada-Nya. --HT/www.renunganharian.net
MOTIVASI DAN TUJUAN YANG BENAR DI DALAM TIAP HAL YANG KITA KERJAKAN BUKANLAH UNTUK MENINGGIKAN DIRI, MELAINKAN UNTUK MEMULIAKAN TUHAN.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.