EN ID

Renungan Harian

PENGIKAT KESETIAAN

30 August 2026

Baca: YOHANES 6:60-66


Bacaan tahunan: Yehezkiel 1-4

Orang banyak mencari Yesus. Namun, mereka mencari-Nya bukan karena merindukan sosok-Nya, melainkan ingin kembali menikmati roti dari-Nya. Sesudah akhirnya mereka menemukan-Nya, mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan karena Yesus berkata, "Akulah roti kehidupan" (Yoh. 6:48). Yesus menawarkan memberikan diri-Nya bagi mereka, tetapi mereka menolak-Nya.

Tanpa roti (jasmani), banyak dari orang-orang itu mengundurkan diri (ay. 66). Hanya jika roti terus diberikan, mereka mau terus mengikut Tuhan. Singkatnya, berkat (jasmani)-lah yang menjadi pengikat dari kesetiaan. Sepanjang ada berkat, sepanjang itulah akan dijalin hubungan dengan Tuhan. Saat tak ada berkat, segera jalinan hubungan diputuskan. Disayangkan hingga kini, Tuhan masih harus menjumpai orang-orang bertipe sama. Saat menerima hal-hal baik dari-Nya, seperti kelancaran usaha atau pekerjaan, peningkatan omzet atau gaji, kenaikan pangkat atau jabatan, mereka bersemangat beribadah kepada-Nya, bahkan terlibat pelayanan. Begitu keadaan berbalik, di mana mereka (seakan) tak menerima sesuatu dari-Nya, ibadah pun tak lagi menjadi prioritas. Apalagi ketika juga bertubi-tubi masalah menerpa, tak sedikit yang memutuskan untuk menggeletakkan iman.

Sebenarnya, kita sendiri akan rugi jika kita termasuk orang-orang yang mempergunakan berkat sebagai pengikat kesetiaan. Sebab berharganya Tuhan jauh melampaui berkat. Ketika Dia berkata, "Akulah roti kehidupan, " Dia bukan tidak memberi apa-apa, sebaliknya, Dia telah memberikan diri-Nya, dan itu berarti, mereka dapat menerima segalanya. Sungguh suatu kelimpahan yang tak tertandingi. Mengikut Yesus dengan memercayai dan menaati-Nya jauh lebih berharga dari pada mengejar berkat-berkat-Nya. Maka saat ini, mari bertekad untuk seumur hidup mengikut Tuhan. --LIN/www.renunganharian.net
DISAYANGKAN JIKA KARENA (SEAKAN) TAK MENERIMA SUATU BERKAT, KITA MENINGGALKAN TUHAN, PADAHAL DI DALAM DIA ADA KELIMPAHAN BERKAT.

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca