Renungan Harian
BERHARGANYA IMAN
03 September 2026
Ada sementara orang percaya yang masih memiliki keyakinan bahwa mereka harus berbuat baik agar diselamatkan. Kadang pemikiran ini berdasarkan latar belakang pemikiran bahwa Allah nanti akan mempertimbangkan perbuatan baik dibandingkan perbuatan jahat kita. Kalau perbuatan baik melampaui perbuatan jahat kita, maka kita pun diizinkan masuk surga. Namun, hal demikian bukanlah ajaran Alkitab.
Rasul Paulus pun menentang pandangan demikian. Ia mengecam jemaat Galatia yang percaya bahwa melakukan hukum Taurat-lah yang menyelamatkan mereka dengan sebutan orang-orang yang bodoh. Rasul Paulus pun menyebut mereka tunduk kepada kedagingan. Sebab, ia justru memperjuangkan agar jemaat percaya kepada Kristus. Rohlah yang telah menyelamatkan mereka. Lalu Paulus pun menyebutkan bahwa Abraham pun percaya kepada Allah, dan Allah kemudian memperhitungkannya sebagai kebenaran. Sehingga Abraham pun disebut sebagai sahabat Allah. Paulus memiliki alasan yang sangat kuat, yakni bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat karena kita (ay.13). Bukankah kalau sampai kita percaya bahwa kita diselamatkan karena berbuat baik itu berarti membuat kematian Kristus menjadi sia-sia?
Sebagai orang percaya, kita percaya bahwa iman kepada Kristus-lah yang menyelamatkan kita. Kristus menebus kita dari kutuk dosa, yakni maut, dengan mengorbankan nyawa-Nya sendiri. Perbuatan baik dan kekudusan kita merupakan hasil dari buah pertobatan oleh karena penebusan Yesus Kristus. --HEM/www.renunganharian.net
Rasul Paulus pun menentang pandangan demikian. Ia mengecam jemaat Galatia yang percaya bahwa melakukan hukum Taurat-lah yang menyelamatkan mereka dengan sebutan orang-orang yang bodoh. Rasul Paulus pun menyebut mereka tunduk kepada kedagingan. Sebab, ia justru memperjuangkan agar jemaat percaya kepada Kristus. Rohlah yang telah menyelamatkan mereka. Lalu Paulus pun menyebutkan bahwa Abraham pun percaya kepada Allah, dan Allah kemudian memperhitungkannya sebagai kebenaran. Sehingga Abraham pun disebut sebagai sahabat Allah. Paulus memiliki alasan yang sangat kuat, yakni bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat karena kita (ay.13). Bukankah kalau sampai kita percaya bahwa kita diselamatkan karena berbuat baik itu berarti membuat kematian Kristus menjadi sia-sia?
Sebagai orang percaya, kita percaya bahwa iman kepada Kristus-lah yang menyelamatkan kita. Kristus menebus kita dari kutuk dosa, yakni maut, dengan mengorbankan nyawa-Nya sendiri. Perbuatan baik dan kekudusan kita merupakan hasil dari buah pertobatan oleh karena penebusan Yesus Kristus. --HEM/www.renunganharian.net
KITA DISELAMATKAN HANYA OLEH IMAN PADA KRISTUS. KITA BERBUAT BAIK KARENA HIDUP DI DALAM KRISTUS.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.