Renungan Harian
PERMEN DARI INTERNET
09 September 2026
Internet memang sangat membantu. Namun, kemampuannya menuruti kecondongan kita amat perlu diwaspadai. Saat kita mencari sesuatu di internet, kita merasa sedang memilih. Namun, sebenarnya, internet juga memilihkan bagi kita. Ia mempelajari kecondongan kita, ia cari materi yang sesuai dengan itu, lalu menyajikannya untuk kita. Materi yang tak sejalan dikesampingkan atau tidak diberi prioritas.
Lambat laun, suguhan sesuai selera itu memenuhi batin. Kita mengira itu fakta sebenarnya. Padahal, semua itu "permen dari internet", informasi sempit sebatas yang sesuai dengan kecondongan kita. "Permen dari internet" itu manis, menyenangkan, tapi berbahaya. Jika kita mengonsumsinya terus-menerus, kita kehilangan kemampuan melihat kenyataan secara utuh. Kita terjebak dalam kebenaran versi kita sendiri.
Tuhan bersabda, "Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu." Seperti mata menentukan seluruh tubuh, begitulah persepsi menentukan hidup. Persepsi kita dibentuk oleh apa yang masuk ke dalam batin kita. Jika asupan itu justru "permen keruh dari internet", batin kita buram, kita hidup dalam gelap, tetapi merasa ada dalam terang.
Apa yang perlu kita lakukan? Pertama, mengakui bahwa "permen internet" itu sungguh ada dan memengaruhi kita. Kedua, bersikap kritis: tidak menelan mentah-mentah apa yang tersaji, tetapi cermat menakar dan meneliti. Ketiga, bersikap jujur dan rendah hati untuk memberi ruang bagi kebenaran.
Dengan cara itulah, mata batin kita bertambah sehat. --EE/www.renunganharian.net
Lambat laun, suguhan sesuai selera itu memenuhi batin. Kita mengira itu fakta sebenarnya. Padahal, semua itu "permen dari internet", informasi sempit sebatas yang sesuai dengan kecondongan kita. "Permen dari internet" itu manis, menyenangkan, tapi berbahaya. Jika kita mengonsumsinya terus-menerus, kita kehilangan kemampuan melihat kenyataan secara utuh. Kita terjebak dalam kebenaran versi kita sendiri.
Tuhan bersabda, "Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu." Seperti mata menentukan seluruh tubuh, begitulah persepsi menentukan hidup. Persepsi kita dibentuk oleh apa yang masuk ke dalam batin kita. Jika asupan itu justru "permen keruh dari internet", batin kita buram, kita hidup dalam gelap, tetapi merasa ada dalam terang.
Apa yang perlu kita lakukan? Pertama, mengakui bahwa "permen internet" itu sungguh ada dan memengaruhi kita. Kedua, bersikap kritis: tidak menelan mentah-mentah apa yang tersaji, tetapi cermat menakar dan meneliti. Ketiga, bersikap jujur dan rendah hati untuk memberi ruang bagi kebenaran.
Dengan cara itulah, mata batin kita bertambah sehat. --EE/www.renunganharian.net
JIKA MATAMU BAIK, TERANGLAH SELURUH TUBUHMU, TETAPI JIKA MATAMU JAHAT, GELAPLAH TUBUHMU.-LUKAS 11:34


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.