EN ID

Renungan Harian

KEKUATAN SAAT BERHARAP

15 September 2026

Baca: MAZMUR 43


Bacaan tahunan: Daniel 1-3

Ada hari-hari di mana kita merasa hati terasa berat, seperti ada beban yang menekan jiwa. Inilah yang dialami Pemazmur di Mazmur 43. Ia mengungkapkan kondisi itu dari tempat yang gelap dan sunyi. Ia jauh dari keselamatan, ia merasa terjepit oleh ketidakadilan, dan dikelilingi oleh para penipu dan orang-orang curang. Namun, alih-alih membiarkan kesedihan terus menekan dirinya, ia jujur berbicara kepada Tuhan, dan kepada jiwanya sendiri, "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku?" Kata-kata itu bukan hanya pengakuan rasa lelah, tetapi juga sebuah keputusan untuk tidak tenggelam dalam gelisah. Ia pun menguatkan dirinya, "Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"

Kejujuran pemazmur itu adalah ungkapan keberanian yang tulus, keberanian untuk tetap berharap, meski situasi belum membaik. Dan hari ini kita diajarkan tentang sebuah kenyataan bahwa iman bukan tentang tidak pernah lelah, tapi tentang menemukan kekuatan di dalam kelelahan. Saat hidup terasa berat, mari meneladani sikap pemazmur untuk jujur mengakui perasaan, lalu meneguhkan hati dengan firman Tuhan. Kita bisa berkata kepada diri sendiri, mengingat siapa yang memegang hidup kita dan berkata, "Aku tidak sendirian. Aku akan berharap kepada Tuhan."

Dalam kesunyian dan kegelisahan, iman kita diuji bukan dengan hilangnya masalah, tetapi dengan keberanian untuk tetap berharap kepada Tuhan. Untuk belajar menanamkan pengharapan di hati, meski badai belum berlalu. --SYS/www.renunganharian.net
JIWA YANG LELAH MENEMUKAN KEKUATANNYA BUKAN SAAT SEMUA TENANG, TETAPI SAAT IA MEMUTUSKAN TETAP BERHARAP PADA TUHAN MESKI GELISAH.

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca