Renungan Harian
CARA HIDUP ORANG BIJAK
24 September 2026
Suatu ketika, saya mendapat kiriman foto "BI Checking" dari daftar pinjaman utang seseorang yang belum terbayarkan. Nilainya cukup banyak karena senilai lebih dari dua ratus juta rupiah! Saya pun tak habis pikir mengapa orang itu sampai terjerat utang yang sangat besar. Ketika mencermati angka demi angka yang hampir mencapai satu halaman itu, saya menduga bahwa gaya hidup boros menjadi penyebab yang paling mungkin.
Penulis Amsal hari ini membahas tentang perilaku orang bijak. Harta dan minyak adalah gambaran tentang berkat dan persediaan yang cukup, menandakan adanya pengelolaan yang baik. Orang bijak akan memiliki keduanya karena hidupnya tertata dengan baik. Namun, orang yang bebal akan terjebak dalam pemborosan, yang dalam jangka waktu tertentu bisa mengalami kekurangan, terjebak utang, dan tidak siap menghadapi masa sulit. Orang bebal adalah sebutan bagi orang yang tidak mau hidup menurut hikmat Tuhan meskipun sudah mengetahui cara hidup benar. Oleh karena tidak berhikmat, ia tidak bisa mengontrol diri, bahkan dengan cepat menghabiskan miliknya tanpa berpikir panjang.
Sebagai orang percaya, kita diajarkan agar jangan sampai menjalani hidup dengan mengandalkan materi atau kekayaan-yang dapat hilang atau habis dalam sekejap mata. Namun, bukan berarti kita boleh mengabaikan pentingnya hidup bijak dan mengelola harta atau berkat yang Tuhan berikan dengan bijaksana. Semakin cakap kita mengatur berkat yang Tuhan berikan maka kita dapat memiliki persediaan yang cukup dan siap menghadapi masa sulit. --GHJ/www.renunganharian.net
Penulis Amsal hari ini membahas tentang perilaku orang bijak. Harta dan minyak adalah gambaran tentang berkat dan persediaan yang cukup, menandakan adanya pengelolaan yang baik. Orang bijak akan memiliki keduanya karena hidupnya tertata dengan baik. Namun, orang yang bebal akan terjebak dalam pemborosan, yang dalam jangka waktu tertentu bisa mengalami kekurangan, terjebak utang, dan tidak siap menghadapi masa sulit. Orang bebal adalah sebutan bagi orang yang tidak mau hidup menurut hikmat Tuhan meskipun sudah mengetahui cara hidup benar. Oleh karena tidak berhikmat, ia tidak bisa mengontrol diri, bahkan dengan cepat menghabiskan miliknya tanpa berpikir panjang.
Sebagai orang percaya, kita diajarkan agar jangan sampai menjalani hidup dengan mengandalkan materi atau kekayaan-yang dapat hilang atau habis dalam sekejap mata. Namun, bukan berarti kita boleh mengabaikan pentingnya hidup bijak dan mengelola harta atau berkat yang Tuhan berikan dengan bijaksana. Semakin cakap kita mengatur berkat yang Tuhan berikan maka kita dapat memiliki persediaan yang cukup dan siap menghadapi masa sulit. --GHJ/www.renunganharian.net
BERKAT TUHAN PERLU DIKELOLA DENGAN BIJAKSANA AGAR HASILNYA DAPAT MEMULIAKAN-NYA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.