Renungan Harian
MENGAPA "BERPERANG"?
28 September 2026
Ada orang-orang yang menganggap berkelahi itu perlu untuk menunjukkan harga diri, keperkasaan, dan kekuatan agar tidak dianggap lemah. Orang demikian biasanya sering menyelesaikan masalah dengan perkelahian sekalipun sebenarnya masalah itu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang damai.
Seandainya Sihon, raja orang Amori, mengizinkan orang Israel berjalan melewati daerahnya, mungkin ceritanya bisa berbeda. Namun, ia menolak permintaan izin dari orang Israel untuk melewati daerahnya. Padahal orang Israel hanya minta izin untuk lewat di jalan raya saja, tidak masuk ke ladang dan kebun anggur mereka, bahkan tidak akan minum dari sumur mereka. Sihon mungkin tidak memercayai orang Israel sehingga Sihon tidak hanya menolak, ia bahkan membawa laskarnya untuk berperang menghadapi orang Israel. Dan bukannya menang, mereka justru kalah. Betapa malunya, karena merasa kuat mereka justru mengalami kerugian besar. Mengapa harus berperang? Bukankah ketika mereka tidak mengizinkan maka orang Israel tidak akan memaksakan diri, tetapi akan melewati jalan yang lain? Namun, nasi sudah menjadi bubur, akibat kurang bijaksana dan merasa kuat, akhirnya daerah dan kota-kota mereka dikuasai oleh orang Israel.
Mungkin kita sedang bermasalah dengan seseorang dan rasanya kita emosi dan ingin berlaku kasar terhadapnya. Biarlah kita sadar bahwa sikap kasar dan menantang justru semakin menambah masalah dan bisa jadi merugikan kita sendiri. Marilah kita tidak terpancing secara emosi, tetapi justru bersikap tenang dan berdoa, meminta hikmat agar kita dapat menyelesaikan masalah dengan bijak dan tepat. --ANT/www.renunganharian.net
Seandainya Sihon, raja orang Amori, mengizinkan orang Israel berjalan melewati daerahnya, mungkin ceritanya bisa berbeda. Namun, ia menolak permintaan izin dari orang Israel untuk melewati daerahnya. Padahal orang Israel hanya minta izin untuk lewat di jalan raya saja, tidak masuk ke ladang dan kebun anggur mereka, bahkan tidak akan minum dari sumur mereka. Sihon mungkin tidak memercayai orang Israel sehingga Sihon tidak hanya menolak, ia bahkan membawa laskarnya untuk berperang menghadapi orang Israel. Dan bukannya menang, mereka justru kalah. Betapa malunya, karena merasa kuat mereka justru mengalami kerugian besar. Mengapa harus berperang? Bukankah ketika mereka tidak mengizinkan maka orang Israel tidak akan memaksakan diri, tetapi akan melewati jalan yang lain? Namun, nasi sudah menjadi bubur, akibat kurang bijaksana dan merasa kuat, akhirnya daerah dan kota-kota mereka dikuasai oleh orang Israel.
Mungkin kita sedang bermasalah dengan seseorang dan rasanya kita emosi dan ingin berlaku kasar terhadapnya. Biarlah kita sadar bahwa sikap kasar dan menantang justru semakin menambah masalah dan bisa jadi merugikan kita sendiri. Marilah kita tidak terpancing secara emosi, tetapi justru bersikap tenang dan berdoa, meminta hikmat agar kita dapat menyelesaikan masalah dengan bijak dan tepat. --ANT/www.renunganharian.net
USAHAKAN PENYELESAIAN YANG BAIK, BUKAN KONFLIK YANG MERUSAK DAN MENGHANCURKAN.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.