EN ID

Renungan Harian

SOLIDARITAS URIA

07 October 2026

Baca: 2 SAMUEL 11:1-15


Bacaan tahunan: Matius 13-14

Uria bukan orang Israel, melainkan orang Het, salah satu suku Kanaan (bdk. Kej. 23). Ia menggabungkan diri kepada bangsa Israel serta menjadi prajurit Daud yang setia. Suatu kali ia dipanggil pulang dari peperangan untuk menghadap raja, tetapi ia tidak mengambil kesempatan itu untuk kesenangannya sendiri. Ia merasa tidak pantas menikmati kenyamanan dan kemewahan sebuah rumah, sementara rekan-rekannya berkemah di padang dan siaga dalam pertempuran. Tabut Allah, yang merupakan lambang kehadiran Allah di tengah umat-Nya, juga berada dalam pondok-pondok di padang.

Uria memiliki solidaritas yang kuat, perasaan bersatu dengan orang lain karena senasib. Setia kawan! Ia rela mengesampingkan kesenangan pribadi agar dapat merasakan apa yang dialami oleh kelompoknya. Itulah yang membuatnya menolak ketika Raja Daud mempersilakannya pulang untuk menemui istrinya. Bahkan ketika Daud sengaja membuatnya mabuk, Uria tetap bersikukuh dalam pendiriannya. Seharusnya Daud bersyukur memiliki prajurit seperti Uria. Namun, untuk menutupi perzinaannya dengan istri Uria, Daud malah merancangkan kematiannya.

Kesetiaan Uria sudah teruji. Ia mengasosiasikan dirinya sebagai bagian dari umat Allah. Ia memikirkan keselamatan teman-temannya, juga kesejahteraan bangsanya, serta memikirkan Tabut Allah yang berada di tempat yang tidak terlindungi. Namanya dicatat sebagai pahlawan (2Sam. 23:39). Namun, tanpa sepengetahuannya, pemimpinnya sendiri merancangkan kematiannya. Kiranya kita tidak ikut-ikutan mengorbankan orang benar demi menutupi dosa atau ambisi kita sendiri. --HT/www.renunganharian.net
HARGAILAH ORANG-ORANG YANG TULUS BEKERJA BERSAMA KITA, JANGAN TUMBALKAN MEREKA DEMI MENUTUPI DOSA ATAU KESALAHAN KITA.

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca