Renungan Harian
ALLAH ADALAH PENOLONGKU
17 October 2026
Lazarus adalah seorang yang sangat miskin. Keadaannya luar biasa sengsara. Badannya penuh dengan borok hingga mengundang anjing-anjing datang menjilatinya. Namun, ia menerima kemiskinannya. Ia tidak berbaring di pintu rumah orang kaya untuk berteriak-teriak atau membuat keributan, melainkan dengan sikap tenang dan pasrah menanti remah-remah yang terjatuh. Lazarus tidak hanya miskin secara jasmani, tetapi juga miskin secara rohani di hadapan Allah. Sebagaimana arti dari namanya, "Allah adalah penolongku, " Lazarus hidup dalam kebergantungan kepada Allah, mengandalkan pertolongan Allah.
Benar saja, ketika ia mati, ia beroleh kehormatan rohani. Ia menerima penghiburan dan pemulihan. Ketika dunia tidak menolongnya, Tuhan benar-benar menolongnya. Walau ia tampak kalah dan lemah, dalam kekekalan, Allah sendiri yang menegakkan keadilan, menunjukkan kasih-Nya kepada Lazarus. Sebaliknya, orang kaya yang selama hidupnya berpesta pora harus menerima sengsara di alam maut.
Melalui kisah Lazarus, Yesus tidak bermaksud untuk menunjukkan bahwa kemuliaan surga didapatkan dengan menjadi miskin di dunia. Kaya harta pun menjadi berharga jika kita menggunakannya sebagai sarana memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Sebab Tuhan tidak memakai standar dunia, melainkan hati yang senantiasa berbakti. Jika kita memiliki hidup seperti Lazarus yang bergantung penuh kepada pertolongan Tuhan, Ia pasti hadir menjadi penolong. Namun, jika kita bergantung kepada harta dunia, pastilah kita binasa. --EBL/www.renunganharian.net
Benar saja, ketika ia mati, ia beroleh kehormatan rohani. Ia menerima penghiburan dan pemulihan. Ketika dunia tidak menolongnya, Tuhan benar-benar menolongnya. Walau ia tampak kalah dan lemah, dalam kekekalan, Allah sendiri yang menegakkan keadilan, menunjukkan kasih-Nya kepada Lazarus. Sebaliknya, orang kaya yang selama hidupnya berpesta pora harus menerima sengsara di alam maut.
Melalui kisah Lazarus, Yesus tidak bermaksud untuk menunjukkan bahwa kemuliaan surga didapatkan dengan menjadi miskin di dunia. Kaya harta pun menjadi berharga jika kita menggunakannya sebagai sarana memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Sebab Tuhan tidak memakai standar dunia, melainkan hati yang senantiasa berbakti. Jika kita memiliki hidup seperti Lazarus yang bergantung penuh kepada pertolongan Tuhan, Ia pasti hadir menjadi penolong. Namun, jika kita bergantung kepada harta dunia, pastilah kita binasa. --EBL/www.renunganharian.net
GUNAKAN HARTA DUNIA UNTUK MEMUPUK PERSAHABATAN DENGAN BAPA SUPAYA KETIKA HARTA SUDAH TIADA, KITA DISAMBUT DALAM RUMAH-NYA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.