BERUBAH DEMI UPAH

Baca: BILANGAN 22:2-20


Bacaan tahunan: 2 Raja-raja 11-13

Dalam perjalanan menuju Kanaan, bangsa Israel berkemah di dataran Moab. Menganggap mereka sebagai ancaman, maka raja Moab mengirim utusan untuk memanggil Bileam agar ia mengutuki mereka. Sebab siapa yang dia berkati, akan beroleh berkat, dan siapa yang dia kutuki, akan kena kutuk (ay. 6). Awalnya Bileam menyikapi undangan itu dengan benar. Ia bertanya kepada Tuhan, lalu Tuhan menegaskan bahwa Israel adalah bangsa yang Dia berkati. Bileam dilarang pergi untuk mengutuki Israel. Maka para utusan raja Moab pulang dengan kecewa.

Lalu Balak mengirim utusan yang lebih banyak, lebih terhormat, serta menjanjikan upah yang sangat besar. Bileam menjadi goyah. Ia meminta waktu satu malam untuk mencari kehendak Tuhan. Padahal perintah Tuhan sudah jelas melarangnya. Akhirnya, Tuhan pun mengizinkan Bileam pergi, namun tidak diperbolehkan mengutuki Israel. Memang Bileam tidak mengutuki umat Allah. Namun ia menyarankan agar perempuan-perempuan Moab bergaul dengan bangsa Israel, berzina dengan mereka dan mengajak mereka menyembah berhala mereka. Maka murka Allah akan bangkit atas mereka (Bil. 25:1-2, 31:16). Semua itu ia lakukan demi upah duniawi.

Para penulis Perjanjian Baru menjadikan Bileam sebagai gambaran para guru palsu dan penyesat (2Ptr. 2:15-16; Yud. 1:11; Why. 2:14). Mereka menukar kebenaran demi mendapat keuntungan sendiri. Janganlah kita serupa Bileam. Kiranya kita setia terhadap kebenaran yang telah Allah nyatakan dengan jelas bagi kita. --HT/www.renunganharian.net


BERBAGAI GODAAN DAN KESENANGAN DUNIA DAPAT MEMBUTAKAN DAN MEMBUAT KITA MEMUTARBALIKKAN KEBENARAN. WASPADALAH!


Navigation

Change Language

Social Media