DIA BANGKIT DAN MENANG

Baca: MATIUS 28:1-15


Bacaan tahunan: 1 Samuel 12-14:23

Para murid memiliki harapan yang besar kepada Yesus. Mereka meninggalkan segalanya untuk mengikut Dia. Tetapi saat Ia ditangkap dan kepada-Nya difitnahkan hal-hal yang tidak benar dan disiksa secara tidak manusiawi hingga mati dan dikuburkan, Yesus tak melakukan apa pun selain pasrah tak berdaya. Akibatnya para murid kecewa dan kehilangan harapan. Harapan itu semakin sirna ketika batu besar digulingkan ke liang kubur-Nya dengan penjagaan serdadu tentara. Rempah-rempah pun disiapkan untuk jenazah Sang Guru. Hal ini membuktikan bahwa di hati mereka tak terbesit sedikit pun harapan bahwa Yesus akan bangkit. Mereka sangat terguncang.

Tetapi dalam goncangan yang sangat dahsyat itu, Yesus menjumpai para murid secara tak terduga sembari menyapa, "Salam bagimu." Salam itu diucapkan-Nya dalam beberapa perjumpaan-Nya dengan para murid. Salam damai itu menghangatkan hati para murid. Mereka pun dengan semangat mengabarkan perjumpaan itu kepada yang lain. Perjumpaan dengan Yesus setelah kebangkitan-Nya mengubah duka para murid menjadi sukacita yang besar. Harapan mereka bangkit dan ketakutan pun hilang.

Sebagai orang percaya kadang-kadang kita menghadapi situasi sulit dan berat. Situasi-situasi itu acap kali membuat kita kehilangan harapan dan merenggut sukacita. Namun biarlah berita kebangkitan Yesus menjadi penyemangat bagi kita. Bahwa Ia adalah Allah yang tak dapat dibungkam oleh derita dan kematian. Allah yang menyertai dan memberikan kita damai sejahtera. Karena itu percayalah dan bersandarlah pada-Nya. --PRB/www.renunganharian.net


TETAP MENYEMBAH DAN DEKAT DENGAN YESUS DALAM SITUASI SULIT AKAN MENYEBABKAN DAMAI SEJAHTERA SELALU DI HATI.


Navigation

Change Language

Social Media