Renungan Harian
GOLIAT DAN BATSYEBA
09 October 2026
Saat menyebut nama Daud (mayoritas) orang mengingat dua peristiwa. Pertama, pergulatannya melawan Goliat. Penuh antuasias ia berkata kepada Saul, sang raja, "Aku akan bertarung dengannya." Penuh keberanian ia berjalan menuju medan pertempuran, bersenjatakan tongkat, umban, dan lima buah batu. Begitu berhadapan dengan manusia raksasa itu, lekas Daud mengumban sebuah batu. Batu terkena pada dahi, terhunjam di dalamnya, lalu seketika Goliat tumbang (1Sam. 17:32-49).
Kedua, perzinaannya dengan Batsyeba. Dari sotoh istananya, Daud melihat perempuan itu mandi. Ia sangat molek sehingga Daud menginginkannya. Tidak dihiraukannya informasi yang diterimanya bahwa perempuan itu, Batsyeba binti Eliam, adalah istri Uria orang Het. Daud menyuruh orang memanggilnya, lalu menidurinya (ay. 4). Serasa dosa belum ingin meninggalkan Daud, perempuan itu mengirim pesan kepadanya bahwa ia mengandung. Dua kali Daud membujuk Uria supaya pulang ke rumahnya sehingga terbuka kesempatan baginya untuk tidur dengan istrinya. Sayangnya Uria menolak. Tampak jalan sudah buntu, maka Daud mengirim surat kepada Yoab berisi siasat pembunuhan terhadap Uria (ay. 15).
Goliat dan Batsyeba menyoroti dua peristiwa yang biasa kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita berkemenangan, terkadang kita kalah. Adakalanya kita teguh beriman, adakalanya jatuh ke dalam dosa. Tindakan Daud memberitahu kita bagaimana sepatutnya bertindak. Saat hendak bergulat melawan Goliat, Daud tidak berhenti menyebut nama Tuhan (1Sam. 17:26, 36-37, 45-47). Maka jika nanti kita berkemenangan, kembalikan kemuliaan hanya bagi nama Tuhan. Sebaliknya saat jatuh ke dalam dosa, mari belajar untuk mau mengakuinya, kemudian bertobat (2Sam. 12:13). --LIN/www.renunganharian.net
Kedua, perzinaannya dengan Batsyeba. Dari sotoh istananya, Daud melihat perempuan itu mandi. Ia sangat molek sehingga Daud menginginkannya. Tidak dihiraukannya informasi yang diterimanya bahwa perempuan itu, Batsyeba binti Eliam, adalah istri Uria orang Het. Daud menyuruh orang memanggilnya, lalu menidurinya (ay. 4). Serasa dosa belum ingin meninggalkan Daud, perempuan itu mengirim pesan kepadanya bahwa ia mengandung. Dua kali Daud membujuk Uria supaya pulang ke rumahnya sehingga terbuka kesempatan baginya untuk tidur dengan istrinya. Sayangnya Uria menolak. Tampak jalan sudah buntu, maka Daud mengirim surat kepada Yoab berisi siasat pembunuhan terhadap Uria (ay. 15).
Goliat dan Batsyeba menyoroti dua peristiwa yang biasa kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita berkemenangan, terkadang kita kalah. Adakalanya kita teguh beriman, adakalanya jatuh ke dalam dosa. Tindakan Daud memberitahu kita bagaimana sepatutnya bertindak. Saat hendak bergulat melawan Goliat, Daud tidak berhenti menyebut nama Tuhan (1Sam. 17:26, 36-37, 45-47). Maka jika nanti kita berkemenangan, kembalikan kemuliaan hanya bagi nama Tuhan. Sebaliknya saat jatuh ke dalam dosa, mari belajar untuk mau mengakuinya, kemudian bertobat (2Sam. 12:13). --LIN/www.renunganharian.net
MULIAKANLAH NAMA TUHAN DI SAAT BERKEMENANGAN; BERTOBATLAH DI SAAT JATUH KE DALAM DOSA!


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.