HUMANIS

Baca: YOHANES 8:1-11


Bacaan tahunan: Mazmur 132-138

Seorang pengacara sering mendapat komentar miring lantaran sering bertugas mendampingi tersangka/terdakwa. Suatu kali ia pun mengunggah status melalui akun media sosialnya: "Seandainya tersangka/terdakwa itu anggota keluarga Anda yang sangat Anda kasihi, Anda akan memahami posisi saya. Bukan karena saya senang pada orang jahat, namun karena rasa humanisme. Saya tidak membela mereka dengan menganggap benar kesalahan mereka. Namun dalam hukum mereka memiliki hak untuk didampingi."

Yesus pun memandang manusia sebagai objek terpenting. Ketika diperhadapkan dengan seorang perempuan yang kedapatan berbuat zina, Ia tidak segera menjatuhkan hukuman. Dengan mengedepankan sisi humanis bukan berarti Yesus memandang remeh dosa atau membuka peluang untuk tidak menghukum dosa. Dosa tetap perlu ditegur. Terbukti Yesus pun memberikan nasihat kepada perempuan itu supaya meninggalkan tabiat dosanya.

Bersikap humanis bukan berarti mengabaikan kesalahan orang lain. Bukankah diri kita pun bukan orang yang sempurna tanpa dosa? Maka ketika kita menemukan kesalahan pada orang lain hendaknya kita melihat diri kita sendiri! Selanjutnya, hendaklah kita bersikap lebih tegas menentang dosa dalam diri sendiri, daripada kepada orang lain. Selain itu, simpati harus tetap kita berikan kepada orang lain. Bukan terhadap dosa mereka, melainkan terhadap pribadi mereka yang melakukan pelanggaran itu. Kita dapat mengingatkan mereka dengan kasih yang membangun, bukan cibiran dan hukuman yang menjatuhkan. --EBL/www.renunganharian.net


SUKA MENGHAKIMI DAN SENANG MELIHAT ORANG LAIN DIHUKUM MERUPAKAN TANDA SESEORANG BELUM MENGALAMI KASIH DAN PENGAMPUNAN ALLAH.


Navigation

Change Language

Social Media