KAPERNAUM ATAU SALIB?

Baca: LUKAS 4:31-44


Bacaan tahunan: 1 Samuel 1-3

Kapernaum, sepertinya kota yang nyaman. Di kota itu Yesus mengajar di rumah-rumah ibadat dan orang-orang takjub mendengar-Nya. Orang-orang sakit yang datang kepada-Nya disembuhkan-Nya. Yesus mengusir roh-roh jahat yang menguasai beberapa orang. Semua orang memuji-Nya, mereka menyukai-Nya, dan berusaha menahan Yesus untuk lebih lama tinggal di sana. Tetapi Yesus menolaknya dengan berkata: "Di kota-kota lain juga Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus."

Kota Kapernaum mungkin tempat yang menjanjikan dan nyaman bagi pelayanan Yesus, tetapi Yesus tahu tujuan hidup-Nya. Ia diutus bukan hanya untuk memberitakan keselamatan bagi segelintir orang, tetapi bagi semua orang berdosa. Bukankah kita bersyukur dengan keputusan yang dibuat Yesus? Yesus lebih memilih untuk menderita dan menuju Salib daripada hidup dalam kenyamanan. Yesus tahu apa prioritas hidup yang harus ditempuh-Nya.

Kita kerap tergoda dengan tawaran-tawaran yang tampaknya baik dan menguntungkan keinginan daging kita tanpa menyadari bahwa "kebaikan" itu sedang mengalihkan fokus kita dari panggilan Tuhan. Ada begitu banyak hal baik tapi tidak berarti semuanya dikehendaki Tuhan. Sebaliknya apa yang tampak buruk itu bisa jadi adalah kehendak Tuhan yang harus kita lewati. Ya, banyak orang menghindari Salib dan lebih suka tinggal di "Kapernaum". Belajar dari Yesus, apakah kita berani meninggalkan "Kapernaum" dan memilih jalan Salib demi memenuhi panggilan Tuhan dalam hidup kita? --SYS/www.renunganharian.net


KETIKA KITA FOKUS PADA PANGGILAN TUHAN, TAWARAN SEBAIK APA PUN TIDAK AKAN MENGHENTIKAN TUJUAN HIDUP KITA.


Navigation

Change Language

Social Media