MENEGAKKAN KEBENARAN

Baca: YOHANES 18:38-19:16


Bacaan tahunan: 1 Samuel 4-7

Sikap seseorang ketika ia mengetahui kebenaran bisa berbeda-beda. Ada yang menolak karena membenci kebenaran, ada yang menerimanya karena menyadari kebutuhan untuk hidup benar. Ada yang mati-matian mempertahankan kebenaran itu, tetapi tak jarang pula ada yang menyangkal kebenaran tersebut jika ia terancam.

Dalam bacaan hari ini, kita melihat sikap Pilatus ketika diperhadapkan dengan kebenaran. Ia sempat bertanya, "Apakah kebenaran itu?", tetapi ia kemudian pergi tanpa menunggu jawaban Yesus. Ia tahu bahwa jawaban Yesus akan menuntut komitmen untuk hidup dalam kebenaran. Padahal ia tidak siap melakukannya, meski ia telah bertemu dengan Yesus sebagai Raja Kebenaran. Bahkan selama proses peradilan, ia tahu kebenaran sehingga tiga kali mengatakan bahwa Yesus tidak bersalah. Bahkan ia berusaha membebaskan Yesus yang dianggap sebagai raja orang Yahudi. Namun ironisnya, ia tidak berani menegakkan kebenaran, walaupun ia berkuasa untuk membebaskan maupun menyalibkan Yesus. Ia lebih suka mencari muka, takut kepada manusia, dan takut kehilangan jabatan, daripada takut kepada Allah.

Mengetahui kebenaran dan menegakkan kebenaran adalah dua hal yang berbeda. Oleh karena itu setelah kita mengetahui kebenaran dari firman Tuhan, janganlah seperti Pilatus. Kita harus mempunyai komitmen dan keberanian untuk menegakkan kebenaran di dunia yang sudah bengkok ini. Hal ini memang mengandung risiko, tetapi serahkanlah segala sesuatu kepada Tuhan, karena Tuhan sendirilah yang akan memberi kekuatan dan pertolongan --ENO/www.renunganharian.net


KITA TEGAKKAN ATAU TIDAK, KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA SENDIRI.


Navigation

Change Language

Social Media