KEMITRAAN

Baca: 1 KORINTUS 3:1-9


Bacaan tahunan: Lukas 8-9

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Peribahasa ini kerap kali digunakan untuk menggambarkan prinsip gotong royong yang menjadi jiwa bangsa kita. Prinsip itulah yang pernah saya dan teman-teman terapkan ketika membangun gapura di desa tempat pengabdian kami. Bekerja bersama dengan penduduk setempat, kami mampu menyelesaikan satu di antara banyak program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sana.

Gotong royong pada dasarnya tidak pernah mengenal tampilnya aktor tunggal, one man show. Ia mengisyaratkan kemitraan yang menuntut kerja sama dari banyak pihak. Demikian pula prinsip ini berlaku bagi usaha penyelamatan umat manusia. Tuhan tidak bekerja sendiri, meski Dia lebih dari sanggup untuk melakukannya. Dia membutuhkan orang-orang percaya untuk menjadi kawan sekerja (ay. 9), mitra kerja-Nya.

Setiap orang yang menjadi mitra kerja Allah pasti terpanggil untuk menyukseskan program Allah nan mulia tersebut. Kesuksesan program itu bergantung atas kepiawaian dalam menjalankan peran yang diemban oleh masing-masing mitra (ay. 6). Hal ini, tentu saja, menuntut kedewasaan rohani yang mampu mengatasi iri hati dan perselisihan (ay. 3).

Kristus memang sanggup dan sudah menyelamatkan dunia ini seorang diri, tetapi Ia berkenan melibatkan semua orang yang beriman kepada-Nya untuk menjadi rekan sekerja-Nya mewartakan Injil sukacita ini pada dunia. --EML/www.renunganharian.net


KEKRISTENAN SELALU BERBICARA TENTANG KEMITRAAN DEMI MEWUJUDKAN MISI PENYELAMATAN JIWA-JIWA YANG TERHILANG.


Navigation

Change Language

Social Media