TAMU ATAU ANGGOTA KELUARGA?

Baca: 1 KORINTUS 1:10-17


Bacaan tahunan: Lukas 10-11

Bayangkan kita adalah seorang tamu! Ketika mengetahui si tuan rumah bertengkar dengan anggota keluarga lainnya, kita tentu ingin segera pamit pulang. Mungkin kita berpikir: "Ah, saya tidak boleh ikut campur!" Lain halnya apabila kita termasuk bagian dari anggota keluarga itu. Bukannya angkat kaki, kita justru berusaha mengetengahi.

Berusaha mengetengahi, seperti itulah kira-kira gambaran kehidupan Paulus! Sebagai pengikut Kristus, Rasul Paulus memahami benar bahwa jati dirinya kini adalah bagian dari keluarga Allah. Sebagai anggota keluarga, Paulus tentu tidak diam saja ketika mendapati para jemaat Tuhan, yang merupakan anggota keluarga Allah lainnya, sedang dalam persoalan. Karena itulah, begitu orang-orang dari keluarga Kloe memberitahukan kepadanya bahwa ada perselisihan di antara jemaat Korintus, Paulus segera bertindak. Tanpa banyak pertimbangan, Paulus mencari tahu akar perselisihan tersebut, yang ternyata adalah "pengotak-ngotakan" dalam kehidupan para jemaat Tuhan (ay. 11-12). Menanggapi perselisihan tersebut, Paulus berupaya menasihati mereka supaya seia sekata dan jangan terpecah belah (ay. 10). Faktanya, siapa pun pemimpin atau pengajar rohani kita, Tuhan kita tetaplah satu!

Setiap orang yang acuh ketika melihat kehidupan saudara seimannya melenceng dari firman Tuhan mungkin menganggap diri mereka hanya sebagai tamu dalam Kerajaan Surga. Tetapi bagi orang-orang yang menyadari jati dirinya sebagai anggota keluarga Allah, mereka pasti berusaha membawa damai. Hanya menjadi seorang tamu, atau anggota keluarga, manakah kerinduan kita? --LIN/www.renunganharian.net


MENJADI PEMERSATU DAN PEMBAWA DAMAI MERUPAKAN PERAN UTAMA KITA SEBAGAI BAGIAN DARI KELUARGA KERAJAAN ALLAH.


Navigation

Change Language

Social Media