LAIN DI MULUT, LAIN DI HATI

Baca: YOHANES 12:1-8


Bacaan tahunan: Yosua 22-24

Ada peribahasa, "Lain di mulut, lain di hati," artinya, yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya. Hal ini yang dilakukan Yudas. Saat Maria mengambil setengah liter minyak narwastu murni yang mahal sekali, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyeka dengan rambutnya; bau semerbak memenuhi seluruh rumah, Yudas Iskariot berkata, "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan orang-orang miskin, melainkan karena ia seorang pencuri. Ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Apa yang dikatakan Yudas, seolah-olah ia memperhatikan orang-orang miskin, tetapi sebenarnya ia pencuri. Dalam khotbah di bukit, Yesus mengajarkan, jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat (Mat. 5:37).

Rasul Paulus menyatakan bahwa nasihatnya tidak lahir dari kesesatan atau maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. Sebaliknya, ia berbicara bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk Allah yang menguji hati. Karena seperti yang kamu ketahui, kami tidak pernah bermulut manis dan tidak pernah mempunyai maksud serakah yang tersembunyi–Allah adalah saksi (1Tes. 2:3-5).

Jangan mengelabui manusia, orang lain mungkin tidak tahu jika perkataan kita berbeda dengan isi hati kita; ingatlah ada Tuhan yang menguji hati dan Tuhan tahu apa yang ada di hati kita. Mari kita katakan yang sebenarnya sesuai dengan apa yang ada di hati.
-IN/www.renunganharian.net


KATAKANLAH SESUAI DENGAN APA YANG ADA DI HATI


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media