Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: 1 KORINTUS 9
Bacaan tahunan: Mazmur 32-35
Beberapa demonstrasi melibatkan jumlah massa yang besar. Mereka menuntut tingkat upah lebih tinggi daripada yang telah ditetapkan. Namun, tuntutan itu kadang-kadang tidak masuk akal. Sebagai manusia, sikap demikian wajar. Hak dituntut dan diperjuangkan mati-matian. Namun, sering tidak diimbangi dengan kompetensi dan pemenuhan tanggung jawab yang sesuai. Rupanya tuntutan hak tidak terjadi hanya di dunia kerja, melainkan juga terjadi di rumah Tuhan.
Berbeda dengan Rasul Paulus. Ia mengungkapkan bahwa secara sengaja dia tidak menggunakan satu pun haknya sebagai rasul. Dia tidak menggandeng seorang istri ke mana-mana sebagaimana yang dilakukan rasul lain. Juga tidak meminta nafkah hidup atau upahnya dari jemaat Korintus. Dia senang dapat memberitakan Injil dengan biayanya sendiri. Meskipun demikian, Paulus merasa bahwa pemberitaan Injil bukanlah sebuah kebanggaan baginya, melainkan keharusan. Paulus bahkan merasa bahwa kalau dia tidak memberitakan Injil, dia sungguh tidak layak bagi kerajaan Allah. Motivasi Rasul Paulus menanggalkan haknya semata-mata adalah agar Injil dapat diberitakan secara penuh tanpa terbebani oleh apa pun.
Sebagai orang percaya, kita perlu belajar meneladani Rasul Paulus. Tidak selalu kita perlu menuntut hak kita dipenuhi. Kita juga harus belajar bagaimana melepaskan hak, terutama jika hal itu menyangkut kesaksian hidup kita. Hak untuk membela diri, untuk menuding seseorang yang melakukan kesalahan, bahkan hak untuk marah, adakalanya perlu kita tanggalkan. --HEM/www.renunganharian.net
ADAKALANYA KITA PERLU MENANGGALKAN HAK KITA AGAR KESAKSIAN HIDUP KITA TETAP TERJAGA.
Please sign-in/login using: