MENGERJAKAN PANGGILAN-MU

Baca: Kisah Para Rasul 1:6-9


Bacaan tahunan: 2 Tawarikh 1-3

Ada anak-anak Tuhan yang kuliah bercerita bahwa mereka tidak tahu pekerjaan apa yang akan dikerjakan setelah lulus. Mereka sering kebingungan pada akhir studi dengan masalah tersebut. Mereka menanti-nantikan panggilan hidup yang spesifik dari Tuhan. Mereka sering dipenuhi ketakutan kalau-kalau pekerjaan yang mereka pilih ternyata salah dan tidak sesuai kehendak-Nya.

Ketika Tuhan Yesus akan terangkat ke surga, dengan jelas Dia menyatakan bahwa murid-murid-Nya akan menerima kuasa dari Roh Kudus dan akan menjadi saksi-Nya. Murid-murid dipanggil untuk menjadi saksi-Nya bahkan sampai ke ujung bumi. Secara lebih jelas menjadi saksi-Nya dapat berarti memberitakan Kristus dan memuridkan (Mat. 28:19). Panggilan itu tidak terbatas pada satu tempat saja, tetapi sampai di mana pun mereka berada panggilan itu tetap mengikuti untuk dikerjakan. Tuhan Yesus tidak hanya mengutus, tetapi Dia juga menyatakan bahwa mereka tidak akan berjalan sendiri karena ada Roh Kudus yang akan memampukan mereka dan memberi kuasa dalam mengerjakan panggilan tersebut.

Tuhan tidak ingin kita bingung dan takut memikirkan apa pekerjaan yang akan dipilih. Oleh pembaharuan budi (Rm. 12:2), kita dimampukan memilih apa yang baik, termasuk memilih pekerjaan berdasarkan minat dan potensi kita. Jadi apa pun pekerjaan kita dan di mana pun kita bekerja tidak menjadi masalah, asalkan kita mengerjakan panggilan Tuhan untuk terus menjadi saksi-Nya. Marilah kita tidak hanya terfokus pada pekerjaan kita, tetapi melakukan panggilan-Nya dalam pekerjaan kita. --ANT/www.renunganharian.net


APA PUN PEKERJAAN KITA, JADILAH SAKSI-NYA DAN NYATAKAN ANUGERAH-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media