SAAT BERTEMU YESUS

Baca: Wahyu 1:9-20


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 27-29

Sebagai murid Yesus, Yohanes telah menyaksikan berbagai pengajaran serta mukjizat-Nya. Ia sangat dekat dengan Sang Guru, bahkan menyebut dirinya sebagai "murid yang dikasihi Yesus" (Yoh. 13:23, 19:26, 20:2, 21:7, 21:20). Saat mengikuti Perjamuan Terakhir, ia bahkan bersandar dekat pada Yesus (Yoh. 13:23), sebuah gestur yang menunjukkan kedekatan. Saat tak seorang murid pun berani bertanya kepada-Nya, mereka memberi isyarat agar Yohanes yang menanyakannya (Yoh. 13:24).

Tapi ada yang berbeda saat Yohanes melihat Yesus dalam penglihatan di pulau Patmos. Saat itu ia diasingkan oleh kekaisaran Roma ke pulau terpencil itu karena imannya kepada Yesus (ay. 9). Yohanes melihat Yesus-yang telah bangkit dan naik ke surga-dalam kemuliaan-Nya. Sungguh berbeda dengan yang dikenalnya sebelumnya. Maka ia tersungkur di depan kaki-Nya, sangat ketakutan. Tapi Yesus meletakkan tangan-Nya di atasnya, memintanya jangan takut. Yesus mengingatkannya bahwa Dia adalah sahabatnya yang telah mati, namun kini Dia hidup dan berkuasa untuk selamanya (ay. 18).

Sebelumnya, Yohanes mungkin merasa sangat mengenal Yesus. Namun pengalaman di Patmos menyingkapkan sesuatu tentang keilahian-Nya dan kemuliaan-Nya yang agung. Syukurnya, baik dalam kemanusiaan-Nya maupun dalam keilahian-Nya, Yesus tetap sama: Dia mengasihi kita. Saat ini, ketika kita mengenal-Nya sebagai Juru Selamat dan Sahabat kita, kiranya kita juga selalu mengingat-Nya sebagai Tuhan, Hakim, dan Raja yang mulia, sehingga kita terus belajar menghormati dan menaati-Nya. --HT/www.renunganharian.net


SAAT MENANTI BERTEMU YESUS BERHADAPAN MUKA DALAM KEMULIAAN-NYA, KIRANYA KITA TEKUN MENAATI DAN MEMULIAKAN-NYA DI BUMI INI.


Navigation

Change Language

Social Media